logo rilis
Sebelum Ramadhan, Jenderal
Khairul Anom
Selasa, 01/05/2018 13.25
infografis

Andi Arief, mantan aktifis yang kini dekat dengan Cikeas, membuat prediksi dalam Twitternya bahwa poros ketiga punya celah untuk lahir. Pasalnya adalah siapa yang akan patah hati pada keputusan Cawapres oleh Prabowo maupun Jokowi. 

Bukan tak beralasan. Gerindra kini masih solid bersama sekutu lamanya PKS yang mengajukan 9 nama pendamping bagi pencapresan Prabowo. Tapi gelagat tak sigap oleh Prabowo membuat partai itu memberi deadline, sebelum ramadhan Sang Jenderal harus menentukan salah satu nama untuk dijadikan Cawapres. PKS memang butuh kepastian. 

Baca Juga

Pengalaman di banyak survei, partai yang memiliki kandidat pada Pilpres biasanya akan terangkat elektabilitasnya, apalagi ini menjelang Pilkada serentak. Tapi ada yang lebih dari itu, yaitu bayang-bayang kehadiran PAN yang tak mungkin tak mengajukan nama. Apalagi Prabowo tegas ingin mensaturumahkan dua partai ini dalam koalisi. Kans PAN masuk dalam koalisi Gerindra memang besar, sekalipun Ketua Umum Zulkifli Hasan masih tampak ragu, tapi siapa yang berani menampik founding father Amien Rais yang sudah jatuh cinta pada Prabowo. Dan ini bisa jadi ancaman bagi PKS.

Apalagi PKS sendiri tidak sepi dari isu “kubu-kubuan”. Ada perang terbuka antara Fahri Hamzah dan Sohibul Umam, ada juga Nasir Jamil yang menyebut Prabowo tak cukup power untuk menjadi Capres. Tampaknya juga, nama Gatot Nurmantyo tak seketika lepas dari radar partai ini. 

Prabowo memang menghadapi pilihan sulit, antara bernegosiasi dengan koalisi, juga kebutuhannya untuk memiliki Cawapres yang mampu mengangkat elektabilitasnya. Resiko kehilangan mitra partai pun menghantuinya. Apalagi di luar sana ada Demokrat dengan SBY yang tak kalah gagah menjadi “King Maker”. Maka jika benar prediksi Andi Arief tentang poros ketiga, tentu akan menjadi kerugian bagi Prabowo, karena akan memecah suara mereka yang menginginkan #2019gantipresiden.


500
komentar (0)