logo rilis
SBY Pasti Majukan AHY, Bukan TGB
Kontributor
Nailin In Saroh
22 Maret 2018, 10:42 WIB
SBY Pasti Majukan AHY, Bukan TGB
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai, Partai Demokrat tak akan mengusung kader selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden atau calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. 

"Menurut saya, 100 persen Partai Demokrat akan majukan AHY entah posisinya apa pun," ujarnya di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

Diusungnya AHY, menyikapi munculnya nama Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi sebagai calon alternatif capres maupun cawapres.

Yunarto mengatakan, suara partai akan bergantung pada konstelasi Pilpres yang digelar serentak dengan Pemilu Legislatif. 

Partai yang mencalonkan kader dalam pertarungan Pilpres 2019, kecenderungan suaranya akan melonjak naik.

"Untuk partai yang cenderung sahamnya 100 persen dikuasai oleh keluarga SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak mungkin akan mencetuskan nama lain, walau pun memiliki pengalaman jauh lebih banyak seperti TGB," jelas Yunarto.

Jika ngotot menjadi capres atau cawapres, kata Yunarto, TGB harus bersaing dengan pemilik saham mayoritas partai dan putra mahkota SBY yang telah diberikan tongkat estafet kepemimpinan langsung oleh SBY.

"Menurut saya, kalau dispekulasikan siapa yang akan mewakili Demokrat sudah pasti AHY," ungkapnya.

Yunarto menjelaskan, ada beberapa aspek yang membuat Demokrat tak akan mengusung TGB, di antaranya selain karena bukan pemilik saham di Demokrat, TGB juga berasal dari daerah yang suara elektoralnya rendah.

"Ini bukan partai terbuka seperti Golkar misalnya atau PKS dan kedua TGB tidak berasal dari daerah yang memiliki suara elektoral besar karena dia bukan berasal dari daerah dengan jumlah padat penduduk. Jadi secara realistis, secara elektoral pun sulit menurut saya buat Demokrat mendukung TGB. Sangat kecil kemungkinan," jelasnya.

Kendati demikian, Yunarto menambahkan bukan tidak mungkin TGB bisa berpotensi digandeng poros lain. Atau TGB juga bisa memposisikan dirinya menjadi bakal cawapres.

"Minimal dengan dia meletakkan dirinya menjadi seorang bakal calon wapres minimal bisa saja ditawari menteri. Itu biasa dalam isu politik dalam menaikkan bargaining position. Mungkin saja itu bisa dilakukan," tuntasnya.
 

Editor: Kurniati


komentar (0)