logo rilis
SBY Minta 'Tebusan' Ini kalau Khofifah Menang di Jatim
Kontributor
Budi Prasetyo
20 Juni 2018, 17:05 WIB
SBY Minta 'Tebusan' Ini kalau Khofifah Menang di Jatim
Ketum Demokrat, SBY didamping Istrinya, Ani Yudhoyono bersama Khofifah saat kampanye Pilgub Jatim. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo.

RILIS.ID, Malang— Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berpesan agar Khofifah Indar Parawansa bisa amanah jika kelak terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur periode 2019-2020.

"Jika diridhoi oleh Allah untuk memenangkan pilkada, maka saya minta untuk menjadi gubernur yang amanah," kata pria yang juga Presiden RI ke-6 ini, saat silaturahmi dan halal bihalal alim ulama se Jatim di Malang, kemarin.

SBY juga meminta agar Khofifah tidak banyak menebar janji kepada masyarakat Jawa Timur. Pemimpin yang banyak janji cenderung tidak menepatinya ketika dipilih rakyat.

Mantan Mensos Kabinet Kerja ini juga diminta bertindak adil dan bekerja keras untuk memakmurkan rakyat Jawa Timur.

"Kalau memimpin Jatim bertindak adil dan siang dan malam berikhtiar lah agar masyarakat Jatim makin sejahtera. Yang sudah baik lanjutkan, yang belum diperbaiki," katanya. 

Pria asli Pacitan ini mengatakan, dirinya sangat percaya dengan sosok Khofifah, karena sudah mengenalnya sejak lama. SBY yakin, Khofifah akan selalu dekat dengan rakyat dan menjaga amanah jika nanti dipercaya masyarakat memimpin Jawa Timur. 

"Bu Khofifah adalah sosok tegar, ulet dan pantang menyerah. Saya berharap jika dipilih untuk memimpin jatim, maka saya minta agar  tetap dekat dengan rakyat atau umat," tutupnya.
 
Kepada masyarakat Jawa Timur, SBY juga berpesan agar memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani.  Dia berharap, masyarakat tidak tergoda dengan money politik yang nantinya akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

"Jangan silau atau tergoda dengan tidak sesuai keyakinan dan hati kita. Iming-iming sesaat tidak bisa ditebus lima tahun," ujar dia.

SBY berharap agar Pilkada 2018 mendatang berjalan adil dan fair, sehingga akan menjadi catatan positif bagi sejarah demokrasi. 

"Yang penting untuk kita pemilu damai jujur dan adil. Allah akan menjadi saksi dan sejarah akan mencatat anak dan cucu akan mengenang. Pemilu sekarang berlangsung damai jujur dan adil," jelasnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


komentar (0)