logo rilis
Saudi dan Prancis Dukung Respons Militer ke Suriah
Kontributor
Syahrain F.
11 April 2018, 14:35 WIB
Saudi dan Prancis Dukung Respons Militer ke Suriah
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman, di Istana Elysee, di Paris, kemarin (10/4/2018). FOTO: AP/Cristhope Ena

RILIS.ID, Paris— Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi Muhammad bin Salman bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, kemarin (10/4/2018).

Keduanya membahas berbagai isu, dari mulai peningkatan kerja sama ekonomi, krisis kemanusiaan di Yaman, dan serangan senjata kimia rezim Assad.

Dalam pertemuan itu Macron menyatakan akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris untuk melakukan respons serentak atas serangan senjata kimia pasukan udara rezim Assad ke kota Douma, di Ghouta Timur yang menewaskan 78 orang.

Senada dengan Macron, Pangeran bin Salman dalam konferensi persnya juga akan mendukung operasi militer ke Suriah.

"Jika memang dibutuhkan oleh negara-negara rekan kami, maka kami (Saudi) juga akan berada di sana (Suriah)," ucap bin Salman, melansir dari kantor berita Associated Press (AP).

Mengenai tragedi kemanusiaan yang melanda Yaman, Macron mengatakan akan berkoordinasi dengan Saudi untuk mengirim bantuan ke negara yang disebut sebagai negara termiskin di Timur Tengah itu.

Menurut AP, Arab Saudi bertanggungjawab atas memburuknya kondisi di Yaman. Sejak 2015 lalu, Saudi bersama koalisinya melancarkan operasi militer ke Yaman untuk membasmi kelompok Syi'ah Houthi.

Namun, serangan militer tersebut harus dibayar mahal oleh sebagian besar rakyat Yaman yang mengalami kesulitan mengakses air bersih, makanan, minuman, kebutuhan hidup sehari-hari lainnya. Di sejumlah wilayah, wabah difteri dan kolera telah menyebar. 

Namun demikian, Macron mengecam tindakan kelompok Houthi yang berulang kali menembakkan rudal ke wilayah Saudi.

"Kita tidak akan menoleransi tindakan serangan rudal balistik yang mengancam Arab Saudi. Namun, kita tetap terikat dengan hukum internasional dan kemanusiaan di Yaman," ucap Macron.


500
komentar (0)