logo rilis

Saudi Berharap Ada Peningkatan Perdagangan dengan Indonesia
Kontributor
Syahrain F.
12 April 2018, 05:29 WIB
Saudi Berharap Ada Peningkatan Perdagangan dengan Indonesia
Dubes Saudi untuk Indonesia Usamah Al-Syu'aiby diwawancarai wartawan di kediamannya, di Menteng, Jakarta, 20 Desember 2017 lalu. FOTO: RILIS.ID/Syahrain F

RILIS.ID, Jakarta‚ÄĒ Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah Al-Syu'aiby berharap adanya peningkatan nilai perdagangan di dalam negeri usai kunjungan sejumlah delegasi ekonomi ke Indonesia.

"Kunjungan delegasi ini untuk menindaklanjuti kunjungan Raja Salman tahun lalu, untuk melihat lebih jauh sektor-sektor yang potensial untuk berinvestasi," tutur Dubes Usamah di kediamannya di Jakarta, Rabu (11/4/2018) malam.

Selain investasi di bidang ekonomi pada umumnya, ia pun menyebutkan bahwa sektor militer, pertahanan, dan persenjataan juga termasuk dalam pertimbangan investasi Arab Saudi di dalam negeri.

"Indonesia merupakan negara yang sarat sumber daya seperti sungainya, kekayaan alam, potensi wisata, hingga mineral. Oleh karenanya ada peluang yang sangat besar untuk investasi," tutur Dubes Usamah memaparkan.

Dalam kesempatan tersebut, Usamah melakukan pertemuan dengan delegasi perdagangan dari Arab Saudi dengan rombongan dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan melakukan sejumlah pembahasan terkait perkembangan ekonomi dan investasi kedua negara.

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi yang pertama kalinya diadakan pasca kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada bulan Maret tahun lalu.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Investor Arab Saudi di Indonesia Habbab Hanawi juga berharap kunjungan resmi ini bisa meningkatkan investasi, terutama pada sektor infrastruktur dan properti yang tengah berkembang di dalam negeri.

Selain itu, para delegasi diharapkan juga dapat saling bertukar informasi dan pengalaman guna meningkatkan investasi.

"Harus juga ditetapkan acuan bagi pengusaha Arab Saudi untuk melakukan investasi, serta bisa memberikan solusi dalam menghadapi berbagai hambatan yang ditemukan dalam proses investasi. Termasuk mempermudah proses perizinan," pungkas Habbab.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)