logo rilis
Satwa Langka di Hutan Lindung Gunung Leuser Sumut Terancam Punah
Kontributor

21 September 2017, 13:23 WIB
Satwa Langka di Hutan Lindung Gunung Leuser Sumut Terancam Punah
Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Istimewa

RILIS.ID, Medan— Satwa langka yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Sumatera Utara seperti gajah, harimau, badak, dan orangutan terancam punah karena terus diburu oleh warga masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu penyebabnya, adanya pembalakan liar yang terjadi di TNGL oleh cukong kayu yang beroperasi disekitaran TNGL. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara minta kepada Polda Sumut agar menyelidiki sindikat pembalakan liar yang terus beroperasi di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat.

"Aktivitas cukong kayu yang merusak hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) harus secepatnya dihentikan, karena dikhawatirkan akan mengganggu satwa yang dilindungi di lokasi tersebut," kata Direktur Esekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Tarigan, di Medan, Kamis (21/9/2017).

Ia menjelaskan tiga pelaku pembalakan liar berinisial SR, S, dan M yang berhasil ditangkap tim patroli gabungan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan Forest Wildlife Protection Unit (ForWPU) YOSL-OIC merupakan warga yang disuruh cukong kayu.

"Namun hingga saat ini siapa bos besar yang menyuruh dan membiayai dalam pembalakan liar di TNGL tersebut, tidak pernah diketahui atau tertangkap petugas BB TNL," ucapnya.

Sehubungan dengan itu, Polda Sumut dapat menurunkan tim untuk mengusut sindikat atau "otak pelaku" pembalakan liar di kawasan TNGL.

Pencurian dan penebangan kayu di daerah TNGL tersebut, harus dicegah oleh pemerintah karena dapat membahayakan terjadi bahaya banjir, sebab di lokasi TNGL itu juga terdapat sungai yang cukup besar.

"Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk melestarikan hutan TNGL, dan menghentikan melakukan penebangan kayu, karena merugikan negara," kata Pemerhati Lingkungan itu.

Sumber: Antara


#TNGL
#WALHI SUMUT
#Pembalakan Liar
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID