logo rilis
Sarden Kaleng Impor Bercacing, DPR Geram Masyarakat Jadi Eksperimen Produk
Kontributor
Nailin In Saroh
01 April 2018, 17:00 WIB
Sarden Kaleng Impor Bercacing, DPR Geram Masyarakat Jadi Eksperimen Produk
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IX DPR Ahmad Zainuddin mengapresiasi pengungkapan 27 merek ikan makarel kalengan yang mengandung cacing parasit oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, hal itu sekaligus menunjukkan bahwa sistem keamanan pangan di Tanah Air masih rentan. 
 
"Ternyata keamanan pangan di masyarakat kita masih sangat rentan. Merek-merek yang ditarik itu kan merek-merek populer yang sudah lama beredar, tapi baru sekarang ditemukan cacing. Ini persoalannya," ujar Zainuddin di Jakarta, Minggu (1/4/2018).
 
Menurutnya, penemuan kasus tersebut juga menunjukkan sistem pengawasan di hulu tidak berjalan optimal. Karenanya, sistem impor produk makanan harus dievaluasi agar produk makanan bermasalah tidak sampai beredar di masyarakat. 
 
"Merek-merek ikan makarel kalengan yang ditarik kan bukannya tidak legal atau tidak prosedural. Tapi tidak higienis. BPOM akhirnya hanya mengawasi di hilir, pengawasan ketat seharusnya juga dilakukan di hulu. Jangan jadikan masyarakat sebagai eksperimen produk," tegas Zainuddin.
 
Zainuddin mengaku tidak habis pikir, mengapa temuan itu terjadi pada produk yang sebenarnya mendapatkan kelulusan dari sejumlah institusi termasuk BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perdagangan.
 
Selain itu, menurut politisi PKS ini, koordinasi BPOM dengan kementerian atau institusi yang terlibat dalam perdagangan impor produk makanan ini harus diperkuat serta mengevaluasi sistem pengawasan total dari hulu ke hilir. 
 
"Jangan sudah produknya di masyarakat, sudah dikonsumsi banyak orang. Apalagi merek lama, baru diketahui ada yang tidak higienis," jelasnya.
 
Karenanya, Zainuddin meminta pemerintah tidak hanya sekadar menarik semua 27 merek ikan makarel kalengan, tapi juga harus mengevaluasi ulang semua produk makanan impor yang sudah beredar di masyarakat. 
 
"Masyarakat juga sebaiknya teliti dalam membeli. Baca produknya. Karena ketelitian ini bagian dari keamanan pangan. Tidak semua yang sudah beredar di masyarakat itu aman, meskipun idealnya memang harusnya aman. Laporkan jika menemukan produk makanan yang mencurigakan," pungkasnya.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)