logo rilis

Sandiaga Sebut Lapangan Kerja Tergerus Pekerja Asing, Kenapa?
Kontributor
Elvi R
19 Oktober 2018, 08:00 WIB
Sandiaga Sebut Lapangan Kerja Tergerus Pekerja Asing, Kenapa?
Sandiaga Uno (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Calon Wakil Presiden RI nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, bersama pasangannya Prabowo Subianto akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya terutama untuk anak bangsa dan melindungi putra putri bangsa.

"Kita akan lindungi kepentingan putra-putri bangsa daripada lapangan kerja yang selama ini tergerus oleh kepentingan tenaga kerja asing, kita akan lindungi itu," kata Sandiaga di Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

Menurutnya, dirinya bersama Capres Prabowo fokus untuk memperbaiki ekonomi. Dia pun meyakinkan tidak akan mau didistorsi dengan hal-hal di luar persoalan ekonomi.

"Kita memang fokusnya di ekonomi karena keluhan masyarakat bawah itu adalah ekonomi, lapangan pekerjaan, dan biaya hidup dan dua isu utama yang kita sampaikan terus dan solusi yang kami tawarkan adalah membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya terutama untuk anak bangsa," kata Sandiaga.

Hal ini, kata Sandiaga, karena keluhan emak-emak, di mana harga bahan pokok yang melonjak. Akibat Dolar AS yang melonjak sehingga, kebijakan impor, seperti pakan ayam dan obat-obatan juga naik.

"Ini berimbas pada harga bahan pokok naik terutama protein, sehingga protein ke anak berkurang," kata Sandiaga.

Sementara itu, saat kampanye akan berbagi tugas dengan Prabowo. Dia saat ini tingkat pengenalannya masih rendah.

"Saya relatif pengenalannya masih rendah, oleh karena itu mulai mengenalkan ke bawah. Pada beberapa daerah saja saya masih dipanggil pak Anies, jadi saya masih kerja keras.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri menyatakan kondisi pekerja dan lapangan kerja di Indonesia semakin baik.

Hal itu disampaikan Hanif saat penyerahan sertifikat kompetensi siswa Balai Latihan Kerja (BLK) di Makassar. Dalam pembagiaan 1.000 serifikat itu Hanif juga mengatakan, sertifikat kompetensi merupakan salah satu poin agar lembaga maupun perorangan yang menerima bisa diakui oleh industri dan dunia usaha.

"Sertifikat kompetensi itu berberbeda dengan pelatihan. Sertifikat kompetensi diakui oleh industri dan dunia usaha. Jadi, di sini tentu dibutuhkan uji kompetensi," jelas Hanif, di Makassar, Rabu (17/10/2018).

Ia menyebutkan meski Indonesia masih dihadapkan dengan persoalan kemiskinan, dari hari ke hari persoalan di bidang ketenagakerjaan sudah semakin baik.

Dengan adanya sertifikat kompetensi itu, pihaknya ingin memastikan bahwa warga Indonesia setidaknya memiliki keahlian untuk perlindungan masa depan mereka.

"Apalagi saat ini pemerintah mendorong pelatihan berbasis kompetensi untuk memberikan keahlian kepada warga," ungkap Hanif.

Selain itu lanjutnya lagi, bagi yang memiliki skill dapat meningkatkan kemampuannya melalui program pengangkatan skill yang bisa diminta di BLK. Juga bisa dilakukan re-skilling untuk mengubah keterampilan sesuai dengan kebutuhan kerja.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)