logo rilis
Sambut Revolusi Industri 4.0, Ini Rekomendasi Pengamat untuk Pendidikan
Kontributor
Elvi R
11 April 2018, 19:51 WIB
Sambut Revolusi Industri 4.0, Ini Rekomendasi Pengamat untuk Pendidikan
Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia Indra Charismiadji. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Pendidikan Eduspec Indonesia Indra Charismiadji menyebut menyambut revolusi industri dunia pendidikan membutuhkan cetak biru. Menurutnya, cetak biru menjadi awalan untuk menjalankan berbagai kebijakan pendidikan di era revolusi industri 4.0.

"SDM kita belum siap menghadapi revolusi industri 4.0, karena memang belum disiapkan. Mulai dari cetak biru atau grand desain atau road map," ungkap Indra kepada rilis.id, di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Indra menilai, saat ini pemerintah sudah mengetahui kebutuhan revolusi industri 4.0. Bahkan, tersedia dana sebesar Rp400 triliun untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan.

"Revolusi industri 4.0 butuh keterampilan seperti kreatif, kritis, kolaboratif dan komunikatif," katanya. 

Oleh karena itu, dia merekomendasikan pemerintah untuk membuat cetak biru pendidikan. Di samping itu, mengevaluasi kebijakan yang selama ini sudah ada.

"Program banyak yang salah sasaran tapi tidak pernah dievaluasi, contoh, sekolah gratis, sertifikasi guru dan dosen, Program Indonesia Pintar," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah akan siapkan pelatihan untuk kementerian, pemerintah daerah dan lembaga untuk menyambut revolusi industri 4.0 agar dapat memahami perubahan ke era digitalisasi ini.

Kementerian Perindustrian akan menjadi panitia dan Lembaga Pertahanan Nasional ikut membuat kurikulum. Pelatihan ini akan dibuka dengan merilis pelatihan untuk pelatih (TOT) pada akhir April 2018 ini.

Menurut Menristekdikti M. Nasir mengatakan, pada awalnya pelatihan itu akan diikuti 80 orang, dengan harapan 80 orang tersebut akan menjadi pelatih bagi lembaga yang lain.

Setelah itu akan dilakukan pelatihan untuk 1.000 peserta yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari pemerintah seperti kementerian/lembaga eselon I sampai IV, swasta dan BUMN, LSM, hingga TNI-Polri.

"Pemerintah daerah nanti masuk didalamnya juga semua. Juni awal akan dilakukan pembukaan massal untuk 1000 orang tersebut, harapan kami pelatihan tersebut bisa dibuka oleh presiden," kata Nasir, saat ditemui usai Rapat Koordinasi Implementasi Program Making Indonesia 4.0 di Jakarta, Rabu (11/4/2018).


500
komentar (0)