logo rilis
Samadikun Hartono Belum Bayar Uang Pengganti ke Negara
Kontributor
Sukardjito
29 Maret 2018, 00:26 WIB
Samadikun Hartono Belum Bayar Uang Pengganti ke Negara
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, Kuntadi, menyatakan, terpidana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Samadikun Hartono belum menyelesaikan pembayaran uang pengganti sebesar Rp88,4 miliar

"Atas kekurangan sisa kewajiban pembayaran tersebut, Kejari Jakarta Pusat berkomitmen terus mengejar dan mengambil tindakan tegas memaksa terpidana Samadikun Hartono untuk segera melunasi kewajibannya," katanya di Jakarta, Rabu (28/3/2018) malam.

Salah satu upaya yang ditempuh oleh Kejari Jakarta Pusat, yakni telah berhasil mengambil alih dan memblokir aset-aset milik terpidana Samadikun Hartono berupa tanah seluas 1.260 meter persegi di Desa Cimacan, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat dan tanah dan bangunan seluas 289 meter persegi di Jalan Jambu No.58 A Rt.005/Rw.02 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat.

"Apabila yang bersangkutan tidak segera melunasi, maka aset-aset tersebut akan dijual dan hasil penjualan akan dipergunakan untuk menutupi kekurangan pembayaran uang pengganti," ungkapnya.

Menurut Kuntadi, saat ini Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah melakukan penaksiran harga aset Terpidana Samadikun Hartono yang berhasil diblokir tersebut.

Diketahui, pada 20 Maret 2018 Samadikun Hartono kembali telah melakukan pembayar uang pengganti sebesar Rp1 miliar melalui Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, sehingga sampai saat ini total dirinya membayar uang pengganti adalah sebesar Rp81 miliar yang merupakan bagian dari kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp169.472.986.461,54.

Hal itu derdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1969K/PID/2002 Tanggal 28 Mei 2003 atas nama Terpidana Samadikun Hartono.

Samadikun Hartono sendiri ditangkap di Shanghai, Cina. Komisaris Utama Bank Modern itu divonis 4 tahun penjara karena penyalahgunaan dana BLBI sebesar Rp 169,4 miliar. Dia kabur sesaat setelah Mahkamah Agung (MA) memperkuat vonis itu. Dia ditetapkan sebagai buron Kejaksaan Agung sejak 28 Mei 2003.

Buron BLBI itu sempat melarikan diri ke sejumlah negara, di antaranya Singapura. Dia juga disebut-sebut memiliki pabrik film di Cina dan Vietnam.

Pelarian Samadikun terhenti setelah ditangkap tim pemburu koruptor yang merupakan tim gabungan dari Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, Interpol, Kepolisian, dan Kejaksaan Agung.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)