logo rilis
Saling Tuding Tak Serius Bentuk Poros Ketiga, PKB-Demokrat Hanya 'Bargain Politik'?
Kontributor
Nailin In Saroh
06 April 2018, 17:59 WIB
Saling Tuding Tak Serius Bentuk Poros Ketiga, PKB-Demokrat Hanya 'Bargain Politik'?
Ilustrasi Pilpres 2019. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Panji Anugerah Permana, menilai saling tuding antara Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum tentu menjadi sinyal perpecahan keduanya.

Sebab, kata dia, yang namanya hubungan partai politik sangat dinamis.

"Dalam politik Indonesia tidak ada rumus koalisi yang bersifat ajeg. Mereka bisa saja hari ini bersebrangan, besok jadi berkawan. Jadi tidak bisa kita klasifikasi kan arah politiknya," ujar Panji saat berbincang dengan rilis.id di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Menurut Panji, tudingan tidak serius membentuk poros ketiga di antara PKB dan Demokrat adalah bagian dari bargaining, untuk menentukan posisi tawar bagi poros yang susah terbentuk. Ujungnya, soal akomodir kepentingan partai.

"Bisa jadi merupakan instrumen untuk menaikkan bergaining mereka atas exisiting kandidat dengan menaikkan isu poros ketiga. Karena dengan menaikkan isu ini bisa aja bergain mereka untuk diakomodir kepentingannya," beber Panji.

"Jadi bergain jangka pendek, apakah bisa di akomodir kepentingannya itu? Ini pragmatis aja kepentingan jangka pendek," tambahnya.

Karenanya, kata Panji, bukan tidak mungkin partai semula yang sudah mendukung poros pertama membelot ke poros kedua jika poros ketiga batal dibentuk. Semua, menurutnya, tergantung pada kepentingan elite di dalam parpol.

"Bukan tidak mungkin PKB yang semula dukung Jokowi bergerak dukung Prabowo besok, seperti Golkar. Jadi sangat tergantung elite didalamnya dan apa yang ditukarkan dalam elite itu. Walaupun bukan kandidat tapi kan bisa naik lagi kepentingannya,” papar dia.

“Ini tarik ulur biasa dalam menentuan kandidat yang enggak bisa dirumuskan pasti. Dinamika aja, dan terus begilir sampai batas waktu pencalonan. Jadi masih sangat cair dan dinamis," tandas Panji.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)