logo rilis
Saling Mendukung Sesama Penyintas Menciptakan Kekuatan dalam Melawan Kanker
Kontributor
Elvi R
03 Oktober 2020, 18:09 WIB
Saling Mendukung Sesama Penyintas Menciptakan Kekuatan dalam Melawan Kanker
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. FOTO: Humas MPR

RILIS.ID, Jakarta— Sesama penyintas  kanker harus bergandeng tangan saling memberi harapan, dukungan dan cinta untuk melalui ujian hidup yang dihadapi.

"Memberi kekuatan dan saling bantu adalah satu hal yang dibutuhkan untuk melewati berbagai ujian. Pengalaman adalah guru yang terbaik, karena itu berbagi pengalaman antarpenyintas kanker menjadi penting agar para penyintas mendapat kekuatan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Dukungan, Harapan dan Cinta dalam rangka peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara, yang digelar Cancer Information and Support Center Association (CISC), Sabtu (3/10/2020).

Bertukar pengalaman, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, dapat memberi harapan baru dibalik luka yang dialami para penyintas dan memberi keyakinan mampu mengatasi sakitnya luka dalam pengobatan kanker.

Rerie, yang juga penyintas kanker payudara itu menegaskan bahwa menderita penyakit kanker bukanlah akhir segalanya. 

"Jika ada keluarga kita yang mengidap penyakit kanker berilah dukungan yang diperlukan sehingga para penyintas mendapat kekuatan. Karena dukungan dari orang sekitar adalah kekuatan bagi kami dalam menghadapi kanker ini," ujar Legislator Partai NasDem itu.

Rerie berpesan agar para penyintas menganggap hidup dengan penyakit kanker adalah seperti kita diberi kesempatan kedua untuk hidup.
Karena itu, tegasnya, jadikanlan hidup kita lebih berarti bagi diri kita dan orang lain. 

"Jadi kita jangan hanya berjuang melawan penyakit kanker semata, tetapi juga harus berbagi kepada sesama," ujarnya.

Kanker, menurut dia, memang penyakit yang mematikan, namun bukan untuk ditakuti secara berlebihan. "Bukankah umur kita merupakan kehendak Tuhan?"

Sambil memberi semangat kepada 175 peserta diskusi virtual, Rerie berpesan, bahwa kanker jangan menghilangkan semangat dan optimisme terhadap kesembuhan. Rayakanlah kehidupan, berdamailah dengan kematian.

"Para penyintas kanker harus menjadi suar yang  berpijar bagi sesama. Sambutlah hangat dan terang cahaya yang membawa harapan dan kekuatan. Teruslah menari di tengah badai, menerjang gelombang dan terus berdendang hingga tiba di bibir pantai," ujar Rerie.

Satu hal yang tak henti diingatkan Rerie adalah, agar para penderita kanker jangan berhenti mematuhi protokol kesehatan dan protokol pengobatan. 

"Jangan abai, terlambat apalagi lalai dalam protokol pengobatan yang sesuai dengan ketentuan medis yang disarankan dokter," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID