Home » Peristiwa » Nasional

Saksi Kunci E-KTP Tewas, Apa Kata Mendagri?

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo enggan mengomentari kabar tewasnya saksi kunci kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP, Johanes Marliem, di Beverly Grove, Los Angeles, Kamis (10/8/2017) waktu setempat.

"Yang pertama, saya enggak kenal. Yang kedua, bukan ranah kami untuk mengomentari," ujarnya di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Katanya, yang lebih tepat berkomentar ialah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku instansi yang mengusut kasus rasuah dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp2,3 triliun tersebut.

Di sisi lain, Tjahjo memastikan, tewasnya penyedia automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 yang digunakan dalam proyek e-KTP, beberapa tahun silam, tak mengganggu proses pengadaan kartu identitas yang tengah digarap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Oh enggak ada. Kalau proses pengawasannya, proses lainnya, saya kira tidak," kata mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menggaransi.

Menurut Tjahjo, permasalahan yang mungkin muncul nantinya adalah ketika perusahaan Marliem yang berbasis di Amerika Serikat menyerahkan tugasnya ke perusahaan di Indonesia.

Soalnya, membutuhkan waktu panjang untuk kepentingan transfer teknologi. "Mudah-mudahan mereka beritikad baik menyerahkan," harapnya.

Penulis Fatah H Sidik

Tags:

E-KTPTjahjo KumoloKemendagri