Home » Peristiwa » Nasional

Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem Ternyata Donatur Pelantikan Barack Obama

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Johannes Marliem. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kabar kematian pengusaha Johannes Marliem mengejutkan banyak pihak. Pengusaha yang diketahui telah menjadi warga Amerika Serikat itu disebut-sebut menjadi saksi kunci dalam kasus korupsi e-KTP yang melibatkan banyak politisi dan pengusaha di Indonesia.

Pria berusia 32 tahun ini tercatat aktif menjadi penyumbang kampanye Partai Demokrat di Amerika Serikat. Diketahui, dia pernah menjadi salah satu donatur terbesar dalam acara pelantikan kedua Barack Obama sebagai Presiden AS pada tahun 2012.

Dikutip dari situs Star Tribune, Marliem disebut pernah menyumbangkan uang sebesar 225.000 dolar Amerika Serikat ataus sekitar Rp2,9 miliar untuk menyukseskan pelantikan Obama tersebut. 

Sebelumnya Marliem juga tercatat menyumbang lebih dari 70.000 dolar AS bagi kampanye Obama. Dia menjadi salah satu penyumbang terbesar dari negara bagian Minnesota.

Namun sumbangan Marliem ini dicurigai sebagai hasil dari kecurangan bisnis. Pasalnya, perusahaan marketing yang dia dirikan tercatat pernah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pencurian melalui kecurangan transaksi bisnis (theft by swindle). 

Saat itu, Marliem mengaku tuduhan tindak pidana itu didapatkan olehnya karena defisit pendanaan pada dua rekening bank miliknya saat dia menyelesaikan urusan bisnis di Indonesia.

Pada website resmi perusahaan milik Marliem, memang tercatat bahwa bisnisnya beroperasi di Amerika Serikat dan Indonesia. Dia mendirikan perusahaannya pada tahun 2006, khusus untuk melayani jasa penjualan barang dari Amerika Serikat di Indonesia.

Bahkan dia mengakui, sanggup memberikan sumbangan kepada pelantikan Obama dari hasil bisnisnya di Indonesia. Bisnis tersebut di antaranya pengadaan sistem pengenalan biometrik, yang menjadi bagian dari proyek e-KTP.

Pada Jumat (11/8/2017), Marliem dilaporkan tewas di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat. Marliem diduga menembak dirinya sendiri. Marliem merupakan provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.

Marliem disebut sebagai saksi kunci kasus megakorupsi e-KTP karena dia mengantongi bukti pembicaraan para perancang proyek e-KTP selama empat tahun. Dia meyakini, rekaman pembicaraan itu dapat menjadi bukti untuk menelisik korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Tags:

kasus e-ktpjohannes marliem