logo rilis

Saint Petersburg dan Semangat Pencerahan (2)
Kontributor
RILIS.ID
12 Agustus 2018, 10:39 WIB
Saint Petersburg dan Semangat Pencerahan (2)
ILUSTRASI: Hafiz

Eka Sastra
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar

“Aku mencintaimu, buah karya Peter!
Aku menyukai bentukmu yang sederhana dan simetris;
Aliran Neva yang tenang dan anggun
Di antara dermaga-dermaganya yang berbatu granit.”

            -- Aleksandr Sergeyevich Pushkin 

SEJARAH mencatat kelahiran Saint Petersburg pada tanggal 27 Mei 1702, bertepatan dengan peletakan batu pertama pembangunan benteng Peter dan Paul di Pulau Zayachi. Kota yang bermula dari benteng ini kemudian diperbesar oleh Peter Yang Agung di masa damai. 

Peter melarang pembangunan kota dan bangunan di luar benteng, menunggu masa damai dengan mengundang ahli tata kota dari Italia dan dari negara lain. Pesona pencerahan Eropa Barat yang ditemukan oleh Peter waktu berkunjung sebelumnya mengilhaminya untuk bertransisi dari keterbelakangan Moskow yang didominasi seni arsitektur Gothic dengan karakter Konstantinopel menuju seni arsitektur modern. 

Saint Petersburg adalah simbol modernisasi Rusia. Karena itu ketika berkunjung ke Saint Petersburg, kita akan melihat keindahan kota Eropa Barat dengan sungainya dan bangunan modern tapi tetap diiringi semangat Rusia di baliknya. 

Berbeda dengan bangunan Moskow yang besar, Saint Petersburg dipenuhi bangunan kecil nan artistik, seakan ingin menegaskan pesan keterbukaan Rusia. Posisinya sebagai simbol modernisasi Rusia diperkuat dengan dijadikannya Saint Petersburg sebagai ibu kota kerajaan Rusia pada tahun 1712-1728 dan 1732-1918. 

Namanya pun berubah dari Saint Petersburg menjadi Petrograd (1914-1924) dan Leningrad (1924-1991) sampai akhirnya kembali menjadi Saint Petersburg sejak 1991 sampai sekarang.

Bukan saja dari bangunan, salah satu aspek pencerahan dan keterbukaan dari Saint Petersburg adalah berkembangnya kota tersebut menjadi kota dagang yang dihuni oleh multietnik. Etnik Rusia, Belarusia, negara Baltik, etnik pecahan Soviet dan etnik lain hidup bersama di kota ini membentuk kesan Saint Petersburg yang terbuka dan simbol pencerahan Rusia.

Nama Saint Petersburg sendiri sebenarnya adalah bahasa Jerman dari Saint Peter, santo pelindung Peter dan beberapa bangunan seperti Petrogaf adalah bahasa Belanda yang artinya balai besar. Semua ini menunjukkan semangat modernisasi dan keterbukaan Rusia. 

Pembangunan Saint Petersburg menjadi pencapaian visi dari Peter The Great tentang mengejar ketertinggalan dari Eropa Barat dan dimilikinya akses laut oleh Kerajaan Rusia melalui Laut Baltik. Melalui Saint Petersburg sebagai gerbang kerajaan, Peter The Great dan Kerajaan Rusia mengabarkan kemajuan Rusia dan kesejajarannya dengan Kerajaan Eropa lain yang lebih dulu mengarungi zaman pencerahan. 

Dan, Peter meninggal dengan kejayaannya. Dimakamkan di Benteng Peter and Paul, cikal bakal kota Saint Petersburg pada  8 Februari 1725. Warisannya yang membetot lautan pengnjung di setiap sudutnya menjadi kota terindah di dunia dan dilindungi UNESCO.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)