Home » Inspirasi

Saifullah Yusuf: Kita Tahu Posisi Masing-masing

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Saifullah Yusuf. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

PEMILIHAN Kepala Daerah Jawa Timur 2018 tinggal hitungan hari. Dinamika pun terjadi. Salah satu kandidat calon gubernur, Saifullah Yusuf, mengakui dirinya paham posisi dalam sebuah dinamika proses politik. 

Belakangan, dinamika yang muncul itu adalah soal kabar pisahnya PDIP dengan PKB, dan keretakan hubungan dengan Gubernur Jatim Soekarwo.

Pertama, wacana PDIP akan berpisah dengan PKB. Satu sisi, publik menilai wacana itu hal biasa, sehingga tak mungkin PDIP dan PKB akan berpisah. Di sisi lain, kemungkinan PDIP mengusung calon sendiri terbuka lebar. 

Terlepas itu, besar kemungkinan PKB dan PDIP akan bergandengan. Hal ini bisa diketahui dari kedekatan historis Ketua Umum Megawati Sukarnoputri dengan Gus Dur.

Megawati mengungkapkan saat dirinya bertemu muka dengan Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur, Presiden keempat RI itu berpesan agar Megawati menjaga dua orang keponakannya.

Lantas, siapa dua keponakan Gus Dur? "Itu Muhaimin dan Saifullah (Gus Ipul)," kata Megawati menirukan ucapan Gus Dur. Pernyataan Mega itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem II di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Selasa (27/5/2014). 

Saifullah Yusuf sedari kecil ikut Gus Dur. Belajar politik ikut Gus Dur, bahkan guyonan dia pun ala Gus Dur.

Kedua, isu keretakan antara Gubernur Jatim Soekarwo dengan Saifullah Yusuf menyeruak di media massa akhir-akhir ini. Kabar ini semakin berembus kencang ketika Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendaftar di Partai Demokrat.

Pakde Karwo sapaan Soekarwo mengaku dilematis. Di satu pihak, secara pribadi masih menganggap Gus Ipul sebagai sohib (sahabat dekat). Di pihak lain, dia harus tunduk pada keputusan partai. 

"Sejak dulu saya ceritakan dia (Gus Ipul) sohib saya, secara pribadi saya dekat bantu dukung Gus Ipul, tapi ini keputusan partai, harus saya pisahkan. Memang hidup itu dilema," kata Soekarwo di Gedung DPRD Jatim Jalan Indrapura, Senin (2/10/2017).

Lalu, bagaimana tanggapan Gus Ipul? Wartawan rilis.idSukarjito, berkesempatan mewawancarai Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, lewat sambungan seluler dari Jakarta, pada Selasa (10/10/2017). Berikut petikan wawancaranya:

Soal wacana PDIP mengusung calon sendiri dan peluang koalisi dengan PKB, bagaimana menurut Anda?

Sebenarnya, saya sudah melakukan mekanisme penjaringan yang sudah dilaksanakan di PDIP, yakni dengan cara mendaftarkan diri dengan didampingi Ketua DPW PKB Jatim Pak Halim. Saya juga berharap tidak ada perubahan mekanisme sejak awal. Hingga sekarang, kami tetap mengapresiasi dan memberikan rasa optimisme yang dilakukan PDIP.

Akhir-akhir ini muncul kabar keretakan hubungan Anda dengan Gubernur Soekarwo. Bagaimana sebenarnya saat ini hubungan Anda dengan Pakde Karwo?

Saya baik baik saja dan kami ada kesepakatan-kesepakatan. Tetapi sampai sekarang ini baik-baik saja. Itu proses.

Apakah soal dukungan politik kabar hubungan keretakan Anda dengan Pakde Karwo?

Saya belum bisa komentar dan lihat hubungan kami baik-baik. Tadi ngobrol soal pencalonan dan cara bicara saja. Kita tentu sama-sama tahu posisi masing-masing.

Apakah Anda kecewa jika PKB menjadi partai satu-satunya pengusung?

Kita nggak pernah berandai-andai selama ini, yang jelas kami terima kasih kepada PKB terhadap partai yang memberikan kami kesempatan sejak awal. Kita di eksekutif dan Pak Halim di legislatif, jadi tidak ada masalah dengan Pak Halim.

Bagaimana persiapan deklarasi Anda?

Tidak ada persiapan khusus sampai sekarang, masih mengikuti perkembangan seperti apa. Nanti kita lihat lah.

Penulis Sukarjito

Tags:

WawancaraSaifullah Yusuf