logo rilis

Said Aqil: Menag Seharusnya Rilis Mubalig yang Dilarang
Kontributor
Yayat R Cipasang
21 Mei 2018, 01:24 WIB
Said Aqil: Menag Seharusnya Rilis Mubalig yang Dilarang
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj . FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan Kementerian Agama seharusnya merilis daftar nama-nama penceramah (mubalig) yang dilarang, bukan merilis daftar nama-nama penceramah yang direkomendasikan kepada masyarakat.

"Barangkali tujuannya bagus, tetapi saya tidak sependapat. Sebenarnya yang dikeluarkan itu nama-nama yang dilarang, yang di-'warning', jangan yang dibolehkan. Yang baik itu lebih dari 200, ada ribuan," ujar Said usai menerima kunjungan Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (20/5) malam.

Menurut Said, langkah yang dilakukan Kemenag tersebut kurang tepat. Ia mengibaratkan dengan makanan, yang perlu dirilis hanya makanan-makanan yang membahayakan tubuh saja, bukan sebaliknya.

"Seperti makan ini ya, daging, ayam, kambing dan sebagainya, malah nanti gak habis-habis. Yang penting itu yang jangan dimakan, seperti bangkai, babi, anjing, darah dan lainnya. Hanya sedikit, ada 13 item yang tidak boleh dimakan. Kalau yang boleh ya ngak muat, nanti habis tintanya," kata Said.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka.

"Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh," kata Lukman di laman resmi Kemenag.

Menurut Menag, pada tahap awal, Kementerian Agama merilis 200 daftar nama dan tidak sembarang mubalig, tetapi hanya yang memenuhi tiga kriteria, yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)