logo rilis
Sadis! Empat Ekor Beruang Madu Dibunuh, Dagingnya Direndang
Kontributor
Kurniati
03 April 2018, 18:37 WIB
Sadis! Empat Ekor Beruang Madu Dibunuh, Dagingnya Direndang
Ilustrasi beruang madu. FOTO: Instagram/@arsetphotography

RILIS.ID, Pekanbaru— Empat ekor beruang madu dari Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dibantai dan dagingnya dikonsumsi oleh warga di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Suharyono, TNBT merupakan salah satu habitat beruang madu di Riau.

"Kalau melihat lokasi kejadian, yang paling dekat itu TNBT, sekitar 60 kilometer dari lokasi kejadian," ujarnya di Pekanbaru, Selasa (3/4/2018).

Ia mengatakan, beruang madu merupakan salah satu jenis satwa yang sering ditemukan dan menyebar di hampir setiap daerah di Provinsi Riau. 

Akan tetapi, saat ini satwa dilindungi pemerintah dan dunia internasional tersebut cenderung hidup di kawasan konservasi.

Sebanyak empat ekor beruang madu (Helarctos malayanus) dijerat dan dibunuh oleh warga Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Pembantaian itu dilakukan pada 31 Maret dan 1 April 2018 lalu.

Aksi mereka sempat viral di media sosial facebook dengan mengundang ribuan komentar warganet. 

Kurang dari 24 jam, tim gabungan Balai Penegakan Hukum Wilayah II KLHK dan kepolisian akhirnya berhasil mengungkap aksi pembantaian tersebut.

Petugas menangkap empat orang tersangka masing-masing berinisial JS, GS, ZDS dan E. 

Seluruhnya merupakan warga setempat yang menjerat dan membunuh satwa dilindungi itu di areal perkebunan sawit Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling, Inhil.

Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut oleh Gakkum Wilayah II Sumatera.

BKSDA Riau masih mendalami kasus pembantaian beruang madu tersebut, termasuk motivasi para pelaku yang memasang belasan jerat di areal perkebunan sawit, hingga menjerat empat ekor beruang dalam waktu dua hari berturut-turut.

"Pengakuan mereka untuk dimakan bersama-sama. Belum ada unsur untuk perdagangan," ujarnya.

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) merupakan kawasan konservasi yang terletak di perbatasan antara Propinsi Riau dan Propinsi Jambi. 

TNBT adalah kawasan hutan tropis dataran rendah dengan ekosistem asli yang masih tersisa di Pulau Sumatra. 

Semula, kawasan TNBT merupakan hutan lindung dan hutan produksi terbatas. Meskipun demikian, kondisi hutan dan kekayaan flora dan faunanya relatif masih terjaga.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 607/Kpts-II/2002 tanggal 21 Juni 2002, luas keseluruhan taman nasional ini adalah 144.223 hektar, yang didominasi oleh kawasan perbukitan yang berjajar rapi di bagian timur Pulau Sumatra. 

Oleh WWF (World Wildlife Fund), TNBT dianggap sebagai kawasan yang memiliki keragaman flora dan fauna yang paling tinggi di Pulau Sumatera.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)