logo rilis

Sabil Rachman: Langkah Bamsoet Ingkari Komitmen adalah Hal Biasa
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
23 November 2019, 21:30 WIB
Sabil Rachman: Langkah Bamsoet Ingkari Komitmen adalah Hal Biasa
Ilustrasi: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Golkar bidang Kerja sama Ormas, Sabil Rachman, menganggap keputusan Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk tetap maju dalam Munas Golkar adalah hal biasa.

Bahkan, menurut dia, walaupun dengan mengingkari komitmen mendukung calon petahana Airlangga Hartarto.

"Pernyataan Bamsoet untuk tetap maju sebagai calon Ketua Umum Golkar dan mengingkari komitmennya mendukung Airlangga Hartarto bagi saya biasa saja," kata Sabil dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Sabil menilai, saat ini secara obyektif konsolidasi yang dilakukan Airlangga Hartarto jauh lebih kuat dan matang. Selain itu, kepercayaan dari para kader terhadap Airlangga juga menurutnya, makin menguat.

"Peserta Munas Golkar yang memiliki hak suara juga memiliki nalar organisasi dan moral yang baik untuk tidak terpengaruh apalagi 'terbeli' untuk memilih orang yang acapkali mengingkari komitmen dan apa yang pernah dikatakannya," ujar Sabil.

Sebelumnya Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan dirinya akan tetap maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember 2019.

Dia mengatakan, dirinya maju dalam kontestasi tersebut karena ada komitmen yang tidak dipenuhi oleh Airlangga Hartarto.

Dia menjelaskan, dirinya dan Airlangga bersepakat adanya komitmen kesatria atau gentlemen agreement yaitu Golkar harus kondusif jelang pelantikan Presiden-Wapres terpilih pada Oktober 2019, apalagi saat itu terjadi demonstrasi mahasiswa.

Bamsoet menjelaskan, saat itu dirinya bersedia dicalonkan menjadi Ketua MPR oleh Partai Golkar dengan suatu kondisi bahwa seluruh pendukungnya harus ada juga upaya rekonsiliasi kedua belah pihak.

Menurut dia, dalam kesepakatan yang disaksikan Agus Gumiwang dan Adies Kadir itu, terdapat komitmen bahwa para pendukung Bamsoet dipulihkan kembali posisinya ke semula dan dirangkul dalam penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR dan kepengurusan Partai Golkar. Namun kenyataannya, menurut Bamsoet komitmen itu tidak dijalankan.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID