logo rilis
Rusia Merasa Kecewa AS Tarik Diri dari Perjanjian Nuklir Iran
Kontributor
Syahrain F.
09 Mei 2018, 16:32 WIB
Rusia Merasa Kecewa AS Tarik Diri dari Perjanjian Nuklir Iran
Kedubes Rusia di AS. Credit: Reuters/James Lawler Duggan

RILIS.ID, Moskow— Rusia menyatakan "sangat kecewa" dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, kata pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (8/5/2018).

Melansir kantor berita Anadolu Agency, Trump menarik AS dari partisipasinya dalam perjanjian nuklir dengan Iran.

"Kami sangat prihatin bahwa Amerika Serikat sekali lagi bertindak bertentangan dengan pendapat mayoritas negara dan secara eksklusif dalam kepentingannya yang sempit dan oportunistik, dalam pelanggaran terhadap hukum internasional," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri.

"Tindakan Washington adalah pelanggaran serius terhadap JCPOA [Rencana Aksi Komprehensif Bersama], mereka mendiskreditkan secara internasional kepada IAEA [Badan Energi Atom Internasional], yang sudah membuktikan profesionalisme yang tinggi sepanjang realisasi JCPOA," lanjut pernyataan itu.

Rusia tidak akan meninggalkan JCPOA dan terbuka untuk berbicara dengan peserta lain dari kesepakatan nuklir Iran, tambahnya.

Trump memilih untuk tidak memperpanjang sanksi ringan di Iran menjelang tenggat waktu 12 Mei, dan malah bersumpah untuk memaksakan kembali hukuman ekonomi terkait nuklir.

Perjanjian nuklir 2015 menempatkan pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada program nuklir Iran dengan imbalan miliaran dolar dalam bentuk bantuan dari sanksi internasional. 

Tetapi Trump secara konsisten mencercanya sejak dia memulai usahanya untuk duduk sebagai Presiden Amerika. Dia berulang kali menuding itu sebagai "kesepakatan terburuk" yang pernah ada.

Semua mitra negosiasi AS--Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Cina, dan UE--telah setuju bahwa mempertahankan kesepakatan itu adalah cara terbaik untuk berkuasa dalam program Iran.

 


500
komentar (0)