logo rilis
Rupiah Jeblok Rp14.000, CBA: Sri Mulyani Tidak Bisa Atasi Masalah
Kontributor
Nailin In Saroh
09 Mei 2018, 18:30 WIB
Rupiah Jeblok Rp14.000, CBA: Sri Mulyani Tidak Bisa Atasi Masalah
Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi (tengah), saat dikusi "Membedah Perkara Heli TNI AW-101" di Jakarta, 7 Juni 2017. FOTO: RILIS.ID/Ridwan

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, menilai anjloknya nilai tukar rupiah hingga tembus diatas angka Rp14.000 per dollar AS disebabkan Indonesia terlalu banyak melakukan importasi. Angka impor, kata dia, tidak dibarengi angka ekspor yang seimbang.

"Semua import, beras impor, garam impor, tenaga kerja diimpor. Sedangkan ekspor kita melemah, tidak ada yang diunggulkan," ujar Uchok di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

"Akibat ini semua, utang negara dan swasta akan jadi bengkak, dan akan dampak, akan banyak bank bank pada collapse," tambahnya.

Sementara, lanjutnya, dari segi global kelemahan rupiah disebabkan adanya kebijakan Bank Central Amerika yang memiliki rencana menaikan federal fund rate. Jika dihitung, minimal tiga kali bahkan empat kali di tahun ini saja

"Tapi yang jelas, ini memperlihatkan Menkau Sri Mulyani kemampuannya turun untuk mengatasi terpuruknya Rupiah atas Dollar," tukasnya. 

Bahkan, Sri Mulyani enggan menerima tantangan debat Rizal Ramli soal ekonomi Indonesia. Meski sudah diperintah Presiden Jokowi. Padahal, kata Uchok, dalam debat itu Sri Mulyani bisa bertukar pikiran dan mendapat saran.

"Bagimana mau mengatasi lemah rupiah, disuruh debat saja sama Jokowi soal utang, sri mulyani tidak berani lawan Rizal Ramli. Padahal debat antara Sri Vs Rizal Ramli agar ada masukan atau saran buat Sri mulyani," kata Uchok menegaskan.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)