logo rilis
Rumah Warga Ahmadiyah Dirusak, Ini Kata TGB
Kontributor
Kurniati
21 Mei 2018, 15:17 WIB
Rumah Warga Ahmadiyah Dirusak, Ini Kata TGB
Gubernur NTB ketika meninjau rumah warga Ahmadiyah yang dirusak. FOTO: Instagram/@tuangurubajang

RILIS.ID, Lombok— Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB Muhammad Zainul Majdi mengajak warga Dusun Grepek Tanak Eat, Kabupaten Lombok Timur, untuk menjaga semangat persaudaraan, kekeluargaan dan kekerabatan, menyusul aksi perusakan terhadap rumah warga Ahmadiyah.

"Kalau kita tidak bisa menjaga persaudaraan dan kekeluargaan, maka yang muncul adalah kebencian," kata Gubernur NTB didampingi Pjs Bupati Lombok Timur, Lalu Ahsanul Khalik dan sejumlah pejabat saat berdialog dengan warga Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Senin (21/5/2018).

Selain warga Greneng, TGB juga menemui warga Ahmadiyah yang sedang ditampung di Mapolres Lombok Timur. 

Kehadiran Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB tersebut, untuk menindaklanjuti penyelesaian kasus perusakan sejumlah rumah dan pengusiran warga Ahmadiyah oleh sekelompok warga pada Sabtu (19/5/2018) lalu.

Kejadian itu mengundang keprihatinan gubenur. 
Apalagi peristiwa yang merusak delapan rumah dari tujuh kepala keluarga (KK) Ahmadiyah tersebut terjadi di bulan Ramadan.

Ia menuturkan, kalau ada yang kurang pas, warga diminta untuk menempuh cara-cara baik untuk menyelesaikannya, seperti melakukan musyawarah atau saling menasihati. 

Sebab, apa yang terjadi dalam diri merupakan cerminan bagi orang lain.

"Kalau ada yang salah, nasihati dia karena dia adalah cerminan kita. Semua kita adalah cerminan satu sama lain," kata TGB.

Meskipun ini sudah terjadi, gubernur berharap masyarakat peristiwa serupa tidak terulang lagi. Sebab, kalau terjadi akan berdampak pada pembangunan serta nama baik daerah.

"Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi yang kita harapkan," ujarnya.

TGB menjelaskan, pemerintah akan mencarikan solusi terbaik untuk kasus tersebut, dengan mengundang sejumlah tokoh masyarakat untuk duduk bersama, bermusyawarah menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sementara, saat berdialog di Mapolres Lombok Timur, Gubernur NTB mengatakan, akan menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Hanya saja kata TGB perlu waktu karena masalah itu tidak sesederhana yang dibayangkan. 

Artinya, tidak mungkin untuk segera mengembalikan warga Ahmadiyah ke Desa Greneng ataupun memperbaiki rumahnya.

"Kita tunggu situasi mendingin," tegas TGB.

Selain itu, ia juga meminta Pemkab Lombok Timur agar anak-anak warga Ahmadiyah dipastikan sekolah serta dilakukan trauma healing.

"Anak-anak harus tetap sekolah," katanya.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)