logo rilis

Rommy Bacakan Pledoi, Pengunjung Sidang Terharu sampai Menangis
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Januari 2020, 17:00 WIB
Rommy Bacakan Pledoi, Pengunjung Sidang Terharu sampai Menangis
M Romahurmuziy saat membacakan pledoi di PN Jakarta Pusat. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ada sesuatu yang berbeda pada sidang pledoi Romahurmuziy yang digelar di PN Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020) kemarin. Pledoi yang dibacakan Rommy dengan judul “Deportasi Berbaju Penegakan Hukum” yang berisi hati Rommy serta dua puisi yang ditujukan kepada anak perempuan dan istrinya membuat sejumlah pengunjung sidang menitikkan air mata. 

“Saya bukanlah ahli hukum, sehingga pledoi ini saya buat berdasarkan apa yang saya alami dan saya rasakan. Baik sebelum penangkapan saya maupun mencermati seluruh tuntutan yang disampaikan penunut umum,” kata Rommy.

Ruang sidang dipenuhi dengan sejumlah keluarga, pengurus PPP, hingga teman sekolah Rommy. Sehingga banyak pengunjung yanga terpaksa berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Lebih dari setengah jam para pengunjung menyimak pledoi Rommy, termasuk dua puisi di akhir pledoi.

Dua puisi itu berjudul “Khadijahku” yang dipersembahkan ke sang istri, dan “Dzuhurku Diliput Sendu” untuk anak perempuan semata wayangnya.

“Kurang lebih sepuluh bulan saya ditahan. Ini menjadi pelajaran hidup paling berharga dalam hidup saya. Yang paling menderita secara batin tentunya adalah anak dan istri saya,” ungkap Rommy.

Dalam pledoinya, Rommy menyebut bahwa KPK banyak menggunakan logika yang tidak benar dalam tuntutannya. Lembaga antirasuah itu juga dinilai menggunakan fakta imajiner, yaitu dengan menyebut peristiwa yang sebenarnya tidak ada. Seperti pada 17 Desember 2019 yang disebut KPK Rommy bertemu dengan Haris Hasanuddin di Condet Jakarta Timur, padahal ia sedang berada di Kota Malang Jawa Timur.

“Yang Mulia, terakhir, izinkan dengan segala kerendahan hati, dan menimbang seluruh fakta persidangan, saya memohon Yang Mulia untuk membebaskan saya dari segala tuduhan, memulihkan seluruh martabat dan kehormatan saya, serta mengembalikan saya kepada anak dan istri saya yang sampai hari ini tetap saya larang untuk hadir di majelis ini,” kata Rommy.

Berbeda dengan sidang-sidang sebelumnya yang lazim terjadi di ruang sidang, pada akhir pledoi Rommy pengunjung bertepuk tangan. Bahkan tidak sedikit yang meneteskan mata.

Rommy membacakan pledoi dalam kapasitasnya sebagai terdakwa kasus jual beli jabatan. Rommy dituduh menerima uang dari mantan Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi, Mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik), keduanya sudah dijatuhi hukuman pidana kurungan.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID