logo rilis
Roemah Priboemi Segera Deklarasi di Jakarta
Kontributor
Yayat R Cipasang
09 Juni 2018, 10:05 WIB
Roemah Priboemi Segera Deklarasi di Jakarta
Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua. FOTO: kompas.com

RILIS.ID, Jakarta— Sebuah organisasi bernama Roemah Priboemi yang digawangi sejumlah intelektual, tokoh masyarakat dan juga kalangan nasionalis ini akan segera dideklarasikan di Jakarta. Sejumlah kalangan di daerah menyambutnya dengan antusias yang diwujudkan dengan terbentuknya perwakilan di seluruh provinsi.

"Roemah Priboemi dengan gerakan moral pribuminya sudah memiliki berbagai perwakilan di semua provinsi dan tinggal di deklarasikan pada kongres besar November nanti yang akan berlangsung di Jakarta," kata Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua kepada rilis.id di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Max Sopacua, Roemah Priboemi dengan gerakan moralnya tidak akan masuk ke wilayah politik tetapi mengakomodir kepentingan masyarakat di tengah-tengah pergolakan politik demi mengembalikan harkat masyarakat itu sendiri. 

"Roemah Priboemi dengan gerakan moral pribuminya bukan partai politik bukan juga LSM tetapi lebih banyak berasosiasi dengan masyarakat. Kemudian menginventarisir persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat khususnya masyarakat pribumi untuk diusulkan atau disampaikan kepada pemerintah," kata Max Sopacua yang juga mantan Ketua Komisi IX DPR ini. 

Maret lalu, kata Max Sopacua, digelar prakongres di Makassar selanjutnya pada Mei di Yogyakarta seizinn Sri Sultan Hamengkobuwono X.

"Prakongres ke-2 di Yogyakarta sejalan dengan peraturan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga mendapat restu dari Sultan Hemengkubuwono X," ujar politisi senior Partai Demokrat ini.

"Prakongres ke-3 akan digelar di Padang, Sumatra Barat 9 Juli 2018 kemudian disusul Medan, Balikpapan dan Surabaya. Kegiatan ini sekaligus deklarasi gerakan pribumi," ujarnya.

Sebagai organisasi gerakan moral, kata Max Sopacua, kegiatan Roemah Priboemi lebih pada mengedukasi masyarakat, menyadarkan masyarakat tentang keberadaannya sebagai warganegara pemilik utama tanah tumpa darahnya. 

"Gerakan ini didasari teori Trilogi Priboemi hasil penelitian Prof. Dahrin La Ode yang dalam waktu dekat bukunya akan beredar di masyarakat. Mari bersama kita bangun bangsa ini sesuai dng hak dan kewajiban sebagai pribumi," pungkas Max Sopacua.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)