logo rilis
Roemah Priboemi Lahir untuk Mewujudkan Hak Pribumi
Kontributor
Yayat R Cipasang
12 Juni 2018, 22:02 WIB
Roemah Priboemi Lahir untuk Mewujudkan Hak Pribumi
Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua. FOTO: kompas.com

RILIS.ID, Jakarta— Deklarasi dan kongres secara nasional belum dilakukan namun kelahiran Roemah Priboemi langsung mendapat kritikan dari sebagian kalangan. Mereka menuding kehadiran Roemah Priboemi sebagai sikap rasis.

"Kritikan ini kami sambut dengan rasa syukur dan bangga. Karena Roemah Priboemi mendapat perhatian dari para pengkritik yang juga kelompok intelektual.Tapi kami tetap yakin bahwa para pengekritik ini juga adalah pribumi yang belum sadar dan mengerti akan makna dan nilai-nilai kepriboemian seseorang," kata Pimpinan Roemah Priboem Max Sopacua dalam keterangannnya kepada rilis.id, Selasa (12/6/2018).

Menurut Max Sopacua, Roemah Priboemi lahir lantaran ada Deklarasi PBB tentang Priboemi, ada nilai-nilai perjuangan yang dilakukan kelompok priboemi, ada keterbelakangan dan kesenjangan yang dialami priboemi, ada ketidakadilan yang dialami kelompok priboemi dan ada Keppres No 26 Tahun 1998 tentang Larangan Pemakaian Kata Priboemi dan Non Priboemi.

"Semua ini sudah dikaji dengan saksama, dengan hati yang bersih dan jujur tanpa pengaruh politik yang akhirnya melahirkan Roemah Priboemi yang menjadi Markas Besar Gerakan Priboemi Nusantara," kata Max Sopacua yang juga politisi senior Partai Demokrat.

"Tentang penilaian bahwa priboemi rasis, ingin kami sampaikan bahwa ini penilaian yang tidak keluar dari lubuk hatinya  tapi hanya karena kepentingan yang bersifat sementara. Janganlah hanya karena politik kita korbankan hak sebagai priboemi," tambah Max Sopacua.

Justru yang rasis, sangkal Max Sopacua, adalah mereka yang menindas priboemi. Mereka yang memperoleh keuntungan dan kenikmatan dengan menyepelekan masyarakat priboemi," ujarnya.

Menurut Max Sopacua, priboemi adalah pemilik Negara RI dengan semua kekayaan alamnya biar pun ada peraturan-peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah.

"Tentu peraturan-peraturan itu dibuat untuk menjamin hak dan kewajiban warga priboemi di negara ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sesuai konstitusi yang dibuat oleh pejuang-pejuang negeri ini," pungkasnya.


500
komentar (0)