logo rilis
Rizal Ramli Sebut Abaikan Kecurangan Pemilu Bisa Dipidana
Kontributor
Nailin In Saroh
15 Mei 2019, 12:30 WIB
Rizal Ramli Sebut Abaikan Kecurangan Pemilu Bisa Dipidana
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyebut penyelenggara pemilu bisa dipidana, jika mengabaikan laporan kecurangan.

"Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 jika ada satu suara yang dihilangkan dengan sengaja, yang bersangkutan bisa kena hukuman penjara 4 tahun dan denda 48 juta. Kecurangan ini belasan juta. Dikalikan 4 tahun, berapa tahun coba hukumannya," ujarnya, Rabu (15/5/2019).

Karenanya, Begawan ekonomi ini menyerukan semua pihak untuk melawan kecurangan Pemilu 2019 yang begitu terstruktur, sistemik, dan masif. Ia menegaskan, kecurangan pemilu kali ini terbuka lebar sehingga tidak bisa dibiarkan.

"Yang paling signifikan adalah daftar pemilih palsu yang jumlahnya 16,5 juta," kata Rizal.

Sebelumnya, ahli ekonomi itu menyampaikan dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang menyebabkan kerugian bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal ini disampaikan Rizal dalam simposium 'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019' yang digelar Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Ia hadir dalam kapasitas sebagai salah satu ahli untuk memaparkan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Menurut Rizal, kecurangan pada pemilu kali ini luar biasa.

"Tahun 2014 sebenarnya ada kecurangan. Memang skalanya relatif kecil. Tapi tetap kecurangan. Pak Prabowo waktu itu legawa, berbesar hati, tidak mau ramai, tidak mau protes, nerimo. Tapi kali ini skala kecurangannya luar biasa," kata Rizal di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID