Home » Bisnis

Rizal Ramli Mampu Sulap Ekonomi Jadi 6,5 persen

print this page Kamis, 7/12/2017 | 17:53

Diskusi Panel "Penurunan Daya Beli, Kerjaan Orang Politik atau Benar Adanya?" di Perbanas Institut, Kamis (7/12/207). FOTO:RILIS.ID/ Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli mengatakan, dirinya mampu membuat kebijakan ekonomi dari 5,0 persen menjadi 6,5 persen. Walaupun begitu, manfaat ekonomisnya masih lama. Namun ia optimistis, mengingat dorongan ekonomi Pulau Jawa sangat besar.

"Caranya gimana? Satu, lakukan cara financing yang non budget. Pak Jokowi kan bagus, dia ada uang dia invest infrastruktur ke luar Jawa. Itu perlu, karena gap antara Jawa dan luar Jawa besar sekali," katanya saat mengisi materi "Penurunan Daya Beli, Kerjaan Orang Politik atau Benar Adanya?" di Perbanas Institute, Kuningan Jakarta, Kamis (7/12/2017)

Ia menyebutkan, Presiden ingin ekonomi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa atau Jawa Sentris. Ekonomi juga perlu tumbuh merata, mencakup seluruh Nusantara atau Indonesia Sentris. 

"Itu bagus, patut kita puji, tapi di dalam Jawa daya belinya cukup besar, jadi harus cari pembiayaan yang non budget. Waktu saya Menko (Maritim) saya usulkan BUMN melakukan evaluasi aset," ujarnya.

Rizal menambahkan, usulan tersebut hanya didukung Presiden Jokowi, sementara sejumlah menteri tidak menyetujui usulan tersebut. 

"Saya juga enggak ngerti, kenapa yang setuju Pak Jokowi saja," tuturnya.

Mantan Menko bidang Ekonomi Keuangan dan Industri Indonesia (EKUIN) di era Presiden Gusdur ini juga mengaku akhir-akhir ini bertemu dengan Presiden Jokowi untuk mengusulkan sekuritisasi aset. 

"Asetnya tidak kita jual, tapi unsur income-nya 10 tahun ke depan kita terima uangnya, sekarang dengan diskon, lebih murah dari bond. Jadi cara yang aman, aset tetep milik kita," pungkasnya.

Penulis Ainul Ghurri
Editor Intan Nirmala Sari

Tags:

Pertumbuhan ekonomiRizal RamliJokowi