logo rilis
'Rival' Korut Respons Pertemuan Kim Kong-un dengan Xi Jinping
Kontributor
Syahrain F.
29 Maret 2018, 17:51 WIB
'Rival' Korut Respons Pertemuan Kim Kong-un dengan Xi Jinping
Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Cina menginspeksi pasukan kehormatan, di Beijing, 27 Maret 2018. FOTO: KCNA via Reuters

RILIS.ID, Seoul— Sejumlah aktor penting internasional mengomentari kunjungan pimpinan Korea Utara (Korut) ke Cina beberapa hari lalu. 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik dinamika kemajuan diplomasi Korut, terlebih jika negara itu berkomitmen untuk denuklirisasi.

"Guterres memandang kunjungan Kim ke Korut sebagai awal yang baik dari proses dialog menuju perdamaian berkelanjutan dan denuklirisasi di Semenanjung Korea," kata juru bicara Guterres, Farhan Haq, dalam sebuah pernyataan.

Kim juga mendesak Korsel dan AS untuk menanggapi upaya Korut dengan niat baik, menciptakan stabilitas dan suasana damai, sambil mengambil langkah-langkah progresif untuk mewujudkan perdamaian.

Meskipun Trump bersikeras bahwa sanksi dan tekanan maksimum harus tetap diberlakukan, namun Kim tetap optimis mengenai pertemuan yang akan datang.

"Selama bertahun-tahun dan melalui banyak administrasi, semua orang meragukan bahwa perdamaian dan denuklirisasi Semenanjung Korea akan terwujud. Namun sekarang ada kemungkinan besar bahwa Kim Jong Un akan melakukan apa yang benar untuk rakyatnya dan untuk umat manusia. Nantikan saja pertemuan kami!" cuit Trump lewat Twitter.

Menurut Kantor Berita Yonhap, kantor kepresidenan Korea Selatan telah diberitahu oleh Cina sebelum Kim bertolak ke Cina. Baik Seoul maupun Washington menanggapi spekulasi media dengan menolak untuk mengkonfirmasinya.

Lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu, Gedung Putih mengungkapkan bahwa Cina juga telah memberitahu AS mengenai kunjungan Kim, dan menyebut kunjungan tersebut sebagai "bukti bahwa tekanan telah menciptakan suasana yang sesuai untuk berdialog dengan Korea Utara".

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di hadapan parlemen mengatakan bahwa dia ingin menerima penjelasan menyeluruh dari Cina mengenai kunjungan Kim.

"Saat ini kita berada dalam situasi di mana Korea Utara sedang dalam proses negosiasi. Yang paling penting adalah Korea Utara menghentikan program nuklir dan rudal sepenuhnya," ujar Abe.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan, sanksi terhadap Korea Utara harus dilanjutkan sampai ada langkah konkret yang diambil.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyambut perundingan lewat sebuah pernyataan tertulis: "Pemerintah menyambut baik kunjungan Pemimpin Korut Kim Jong-un ke Cina," bunyi pernyataan itu.

"Pemerintah berharap kunjungan tersebut akan berkontribusi untuk denuklirisasi dan membangun perdamaian di Semenanjung Korea," tambah kementerian.

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)