logo rilis
Ristekdikti Kritik Kampus yang Ributkan soal Gedung, tapi....
Kontributor
Tio Pirnando
29 Maret 2018, 16:36 WIB
Ristekdikti Kritik Kampus yang Ributkan soal Gedung, tapi....
Menristekdikti M. Nasir bersama siswi pesantren. FOTO: Humas Kemenristekdikti

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengkritik perguruan tinggi yang hanya meributkan soal ketersedian fasilitas gedung. Menurutnya, kampus haru mempersiapkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Jika tak ingin pendidikan Indonesia tertinggal jauh dari negara lain di era revolusi industri 4.0.

"Keunggulan sebuah perguruan tinggi, tidak saja hanya dinilai dari jumlah gedung, fasilitas atau jumlah dosen dan mahasiswa yang dimiliki. Hal utama adalah kontribusinya dalam menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global," ujar Nasir, Kamis (29/3/2019).

Menurutnya, perguruan tinggi juga harus memperhatikan kotribusinya dalam menghasilkan dan mengaplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) bagi kemajuan bangsa.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menjelaskan, Indonesia saat ini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 yang penuh disesaki disrupsi teknologi. Era disrupsi, yakni dimana terjadi perubahan ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya atau digitalisasi.  Hal tersebut menutut kampus untuk berubah jika tak ingin punah atau berinovasi bila tak ingin tertinggal.

"Salah satu cara antisipasinya perguruan tinggi didorong untuk digitalisasi sistem pendidikan," paparnya.

Bahkan, kata Nasir, World Economic Forum (WEF), menyebut revolusi industri 4.0 adalah revolusi berbasis Cyber Physical System yang secara garis besar merupakan gabungan tiga domain yaitu digital, fisik, dan biologi.

"Ini ditandai dengan munculnya fungsi-fungsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam teknologi industri yang semakin pintar menyaingi manusia, eranya mobile supercomputing, intelligent robot, self-driving cars, neuro-technological brain enhancements, bahkan genetic editing (Manipulasi Gen)," tuntas dia.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)