logo rilis
Ridho Ficardo: Pesawaran Jadi Prioritas Pengembangan Wisata 
Kontributor
Sukma Alam
08 Juni 2018, 10:31 WIB
Ridho Ficardo: Pesawaran Jadi Prioritas Pengembangan Wisata 
Calon gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kuusma

RILIS.ID, Pesawaran— Calon gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, menyatakan Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten yang masuk ke dalam tiga kawasan pembangunan strategis Provinsi Lampung.

"Ada tiga program strategis Provinsi Lampung, yakni ketahanan pangan, industrialisasi, dan pengembangan pariwisata, dan Kabupaten Pesawaran memiliki potensi untuk itu semua, kawasan industrinya sedang dibangun, pertaniannya luas, tempat wisatanya banyak, jadi wajar jika Pesawaran termasuk kabupaten yang saya prioritaskan pembangunannya," ujar Ridho, saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran bersama masyarakat Way Ratai, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Kamis (7/6) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Desa Wates tersebut digelar oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda dan majelis zikir dan istighatsah Kabupaten Pesawaran.

KH Abdur Rochim SPdI atau biasa disapa dengan Ki Joko Goro Goro dari Demak, Jawa Tengah memberikan tausiah sekaligus hiburan melalui dakwah dan penampilan wayang kulit.

RIdho yang hadir didampingi Wakil Ketua DPRD Lampung Imer Darius dan anggota Komisi V DPRD Lampung Yandri Nazir, langsung disambut ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Pesawaran, Ridho juga bersilaturahmi dengan masyarakat Godongtataan dan meninjau langsung pembangunan ruas jalan Gedongtataan-Kedondong, titik baru ekskavator Desa Babakan Loa.

Menurut Rihdo, meskipun pembangunan titik Babakan Loa ini baru dimulai, namun perencanaannya telah dilakukan sebelum dirinya melaksanakan cuti masa kampanye. Adapun dana yang dianggarkan untuk memperbaiki titik tersebut adalah sebesar Rp160 miliar, dan ditargetkan selesai tahun 2018 ini.

Pilgub Lampung 27 Juni 2018 diikuti empat pasangan calon, yaitu M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri (petahana), Herman HN-Sutono, Arinal Djunaidi-Chusnunia, dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)