logo rilis

Ricuh kaus #2019GantiPresiden, Deddy Mizwar Ngambek
Kontributor
Sukma Alam
15 Mei 2018, 08:59 WIB
Ricuh kaus #2019GantiPresiden, Deddy Mizwar Ngambek
Deddy Mizwar dalam kampanyenya di Pantura. FOTO: RILIS.ID/Arman Putra

RILIS.ID, Depok— Calon gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, sempat enggan melanjutkan segmen terakhir pada debat publik Pilgub Jabar. Hal itu lantaran adanya keriuhan di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5) malam.

"Saya kurang bernafsu karena melihat istri saya ketakutan," ujar Deddy Mizwar.

Deddy yang saat itu mendapat giliran menyampaikan pesan penutup debat publik terpaksa harus menunda sementara pernyataannya.

Ia pun melihat istrinya, Giselawati Mizwar yang nampak ketakutan. Deddy kemudian mencoba menenangkan dengan mendatangi istrinya yang duduk di kursi penonton.

Setelah massa tenang, ia pun kembali ke atas panggung dan menyampaikan pernyataan terakhir debat publik. "Ikan tongkol. Nanti silakan Kang Dedi yang melanjutkan," kata Deddy.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari para pendukung yang menertawai pernyataannya. "Tuh kan kalau pesannya ikan tongkol mah jadi diem semua," kata Deddy berkelakar.

Kericuhan di arena debat sendiri, dipicu oleh pernyataan calon nomor urut tiga, Sudrajat yang menyinggung soal ganti presiden.

Sebelumnya, Pernyataan calon gubernur Jawa Barat Sudrajat dalam debat di Depok memicu emosi pendukung pasangan lain. Pasalnya, ia menyinggung soal ganti presiden.

Sudrajat saat menyampaikan pesan penutup dalam debat yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, apabila pasangan Asyik memenangi Pilgub Jabar 2018, maka pada 2019 bisa mengganti presiden.

"Asik menang 2019 kita akan mengganti presiden," ujar Sudrajat di lokasi, Senin (14/5) malam.

Pernyataan Sudrajat tersebut diikuti dengan langkah wakilnya Ahmad Syaikhu yang membentangkan kaos yang bertuliskan "Gubernur 2018 Asyik, 2019 ganti presiden".

Namun apa yang dilakukan pasangan Asyik membuat geram dari pendukung pasangan lain khusunya pendukung TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) yang didukung oleh PDI Perjuangan. Sehingga suasana ruang debat menjadi ricuh. 
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)