logo rilis
Ribuan Pemilih Pilkada Kota Malang Terancam Dicoret KPU
Kontributor
Sukma Alam
13 April 2018, 09:05 WIB
Ribuan Pemilih Pilkada Kota Malang Terancam Dicoret KPU
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Malang— Sebanyak 1.838 calon pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang, Jawa Timur, terancam dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, data pemilih tersebut tidak jelas.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Malang Deny R Bachtiar mengatakan, pencoretan nama ribuan calon pemilih Pilkada itu akan dilakukan sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 19 April nanti.

"Calon pemilih berkategori tidak jelas dan tidak menutup kemungkinan akan kami coret ini, karena namanya tercantum dalam daftar pemilih pada pemilihan sebelumnya, namun ketika diverifikasi orangnya tidak ketemu atau kemungkinan ada masalah di data kependudukan," ujarnya di Malang, Jumat (13/4/2018).

Ia mengaku, terus melakukan penelusuran terhadap nama dan data tersebut, sebelum benar-benar dicoret. Dalam penelusuran itu, ada yang ketemu, namun harus tetap ditanyakan kelengkapan data e-KTP. Selanjutnya disesuaikan dengan data di Dispendukcapil.

"Dari penelusuran yang kami lakukan juga ada yang tidak ketemu, artinya nama-nama yang tercantum itu tidak ada, bahkan pengurus RT dan RW-nya juga tidak tahu. Jika dalam penelusuran itu ternyata mereka memang benar warga yang memiliki hak pilih, nama mereka akan dimasukkan dalam daftar pemilih (DPT)," ujarnya.

Sejak beberapa waktu lalu, nama-nama yang terekap dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) telah disosialisasikan dan dipasang di sejumlah titik strategis, seperti kantor kelurahan atau Balai RW/RT setempat dengan harapan seluruh lapisan masyarakat mengetahui, apakah namanya sudah masuk dalam daftar pemilih atau belum.

Dalam DPS yang dipasang di sejumlah titik strategis itu, ada kategori pemilih KTP elektronik dan nonelektronik, artinya mereka memenuhi syarat untuk menyalurkan hak pilihnya, tapi belum melakukan perekaman KTP elektronik. "Kami memang harus ekstra hati-hati, jika dalam daftar pemilih (DPS) tidak ada, kami akan melakukan pencoretan," katanya.

Jumlah calon pemilih Pilkada Kota Malang 2018 yang masuk dalam DPS mencapai 605.081 jiwa. DPS tersebut sudah dipasang di seluruh kantor kelurahan, Balai RW maupun titik-titik stratgis lainnya untuk dicermati masyarakat sebelum ditetapkan menjadi DPT pada 19 April nanti.

Pilkada Kota Malang yang digelar bersamaan dengan Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 27 Juni 2018 itu diikuti tiga kontestan, yakni pasangan Ya'qud Ananda Qudban-Wanedi (PDIP, Hanura, NasDem, PAN, dan PPP), pasangan Moch Anton-Syamsul Mahmud (PKB, PKS dan Gerindra), serta pasangan Sutiaji Sofyan Edi Jarwoko (Partai Golkar dan Partai Demokrat).

Hanya saja, calon wali kota yang diusung koalisi PDIP Ya'qud Ananda Qudban dan Moch Anton (PKB, PKS, Gerindra) ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap Ketua DPRD Kota Malang untuk memluskan APBD Perubahan 2015 sebesar Rp700 juta.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)