logo rilis

Ribuan Korban Meninggal Dunia, DPR Minta Pemerintah Jangan Anggap Enteng Virus Corona
Kontributor
Nailin In Saroh
14 Februari 2020, 21:00 WIB
Ribuan Korban Meninggal Dunia, DPR Minta Pemerintah Jangan Anggap Enteng Virus Corona
Sukamta. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, meminta Pemerintah Indonesia agar jangan menganggap enteng Virus Corona atau yang kini telah diberi nama Virus COVID-19. Pasalnya, virus tersebut semakin menghawatirkan. 

Grafik perkembangan kasus dan jumlah kematian terus menanjak dengan tajam dan belum ada tanda-tanda adanya penurunan. Bahkan, berdasarkan grafik terbaru kasus virus corona atau Covid-19 per Rabu (12/2/2020), telah menginfeksi 60,373 orang dengan 6,032 berhasil sembuh namun 1,369 meninggal dunia.

Karenanya, Sukamta meminta Pemerintah untuk segera membuat tim taktis pencegahan dan penanggulangan virus corona.

“Pemerintah Indonesia seakan-akan menganggap enteng masalah virus corona. Kita hanya mendengar upaya pendekteksian virus di setiap pintu gerbang kedatangan Internasional di bandara, pelabuhan. Peralatan deteksi virus corona di bandara dan pelabuhan hanya deteksi suhu dan ciri-ciri terduga pasien terjangkit virus corona,” ujar Sukamta kepada wartawan, Jumat, (14/2/2020).

Sedangkan, lanjut dia, alat akurat yang bisa mendeteksi virus corona hanya di tiga tempat. Yaitu Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman, Universitas Airlangga serta laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan RI. 

“Jumlah yang sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah rakyat Indonesia dan wilayah Indonesia yang besar,” katanya.

Menurut Sukamta, Pemerintah juga harus melakukan sosialisasi virus corona kepada masyarat, bagaimana masyarakat harus menghadapinya, dan memberikan informasi tentang kesiapan negara dalam menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam penanganan virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu.

Politisi PKS ini menegaskan, apabila pemerintah mempersiapkan semua hal dalam menghadapi virus corona ini, kemudian disampaikan kepada masyarakat bagaimana penanganannya maka ada ketenangan dari rakyat Indonesia. 

"Jika tidak, apabila ada satu orang Indonesia positif terkena virus corona maka berdasarkan teori psikologi, maka akan mudah sekali terjadi ketakutan massal yang menjalar dengan cepat dan bisa berakibat pada instabilitas kondisi negera,” jelasnya.

Hal itu, sambung dia, dapat mengancam keamanan dan berpotensi menyebabkan kekacauan sosial dan ekonomi. 

"Oleh karena itu, Pemerintah harus membuat antisipasi penyebaran virus dan kepanikan masyarakat yang mungkin akan terjadi," tegas Wakil Ketua Fraksi PKS itu. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID