logo rilis
Ribuan Buruh Bergerak Tolak Omnibus Law, Begini Suasana Demontrasi di Depan Gedung DPR
Kontributor
Elvi R
29 Juli 2020, 20:25 WIB
Ribuan Buruh Bergerak Tolak Omnibus Law, Begini Suasana Demontrasi di Depan Gedung DPR
Seorang buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) saat menggelar aksi unjuk rasa. Foto: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Massa yang tergabung dalam Kelompok Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memenuhi jalan raya di depan gedung DPR MPR RI, Rabu (29/7/2020). Mereka melakukan aksi penolakan terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Setidaknya, menurut Ketua KSPI Said Iqbal ribuan buruh memenuhi area di depan untuk menolak Omnibus Law berasa dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera.

Aksi ini menurutnya akan terus dilakukan setiap pekan, hingga pemerintah mampu mengakomodir tuntutan aksi. Said Iqbal menilai,  poin-poin mendasar dari ombibus law yang dinilai merugikan kaum buruh, di antaranya penghapusan upah minimum, serta risiko pengurangan nilai pesangon dengan menghilangkan uang penggantian hak dan penghargaan masa kerja. Ada pula penggunaan buruh outsorcing atau buruh kontrak seumur hidup untuk semua jenis pekerjaan, waktu kerja yang eksploitatif, penghapusan beberapa jenis hak cuti buruh, serta penghapusan hak upah saat cuti. Potensi PHK sepihak pun akan lebih besar jika beleid itu disahkan.

Tim rilis.id berhasil mengabadikan aksi yang berlangsung sejak pukul 10:00WIB hingga jelang petang tersebut. Berikut dokumentasinya.

Seorang buruh menggunakan topeng tolak Omnibus Law dan masker yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) saat menggelar aksi unjuk rasa. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Kelompok massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar unjuk rasa di depan Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Mereka dijaga barikade Polisi. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) membawa poster saat menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (29/7/2020). Aksi digelar di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Agenda unjuk rasa yaitu menolak omnibus law RUU Cipta Kerja yang saat ini tengah dibahas DPR dan pemerintah. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Buruh berorasi untuk menyampaikan gagasannya terkait RUU Cipta Kerja yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Selain aksi tiap pekan, KSPI juga akan melakukan aksi di 20 provinsi secara bergelombang secara terus-menerus untuk menyuarakan isu yang sama. Puncak aksi akan diadakan pada 14 Agustus 2020. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID