logo rilis
Ribuan Botol Miras Asal Malaysia Ini Berhasil Diamankan TNI
Kontributor
Kurniati
12 April 2018, 11:27 WIB
Ribuan Botol Miras Asal Malaysia Ini Berhasil Diamankan TNI
Ilustrasi minuman keras. FOTO: Instagram/@bayuyongkitandayu

RILIS.ID, Putussibau— Sebanyak 2.304 botol minuman keras (Miras) asal Negara Malaysia yang masuk melalui jalur tidak resmi, berhasil diamankan TNI daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

"Ribuan botol miras itu diselundupkan melalui jalan tikus, menggunakan kendaraan roda empat yang dikendarai pelaku berinisial AK (39) yang merupakan warga Badau," kata Komandan Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Akbar Nofrizal Yusananto, Kamis (12/4/2018).

Dijelaskan Akbar, ribuan botol miras itu rencananya akan dibawa pelaku ke Desa Nanga Kantuk, Kecamatan Empanang.

Menurut dia, penangkapan pelaku penyelundupan miras itu ditangkap ketika anggota Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali yang sedang melaksanakan giat sweeping rutin, di jalan Lintas Kalimantan Poros Utara yang menghubungkan berbagai desa dan kecamatan di Kapuas Hulu.

Sekitar pukul 11.30 WIB, melintas satu unit kendaraan roda empat jenis Kijang Innova berwarna hitam nomor polisi L 1748 YL yang diberhentikan oleh anggota Satgas.

Setelah itu kata Akbar, dilaksanakan pemeriksaan identitas pengendara bahkan ditemukan minuman keras dengan merk Benson dengan kadar alkohol 40 persen sebanyak 1. 584 botol dan Merk King Way dengan kadar 5 persen sebanyak 720 kaleng.

"Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku hanya mengatarkan miras itu ke toko-toko di Desa Nanga Kantuk, sedangkan pemilik miras itu salah satu pengusaha di Badau, " ungkap Akbar.

Usai penangkapan, barang bukti dan pelaku kemudian dibawa menuju kantor Polsek Nanga Badau untuk dilakukan pendalaman dan proses hukum lebih lanjut.

Dikatakan Akbar, penyelundupan minuman keras itu sangat meresahkan masyarakat, sehingga akan menjadi perhatian.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak TNI Pamtas akan terus melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Imigrasi dan kepolisian.

"Satgas Pamtas Yonif 123 Rajawali akan terus melakukan penjagaan dan pemeriksaan di tempat-tempat rawan pelintasan miras dan barang-barang ilegal lain di daerah perbatasan," tegas Akbar.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)