logo rilis
Revolusi Industri 4.0, Kemenaker Siapkan Pemetaan Pekerjaan Anyar
Kontributor
Fatah H Sidik
16 April 2018, 17:47 WIB
Revolusi Industri 4.0, Kemenaker Siapkan Pemetaan Pekerjaan Anyar
Revolusi industri. ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah menyiapkan pemetaan pekerjaan baru dampak revolusi industri 4.0. Sebab, perkembangan industri generasi keempat itu berakibat pada pergeseran jumlah pekerja yang sekarang ada.

"Kuncinya, adalah diperlukan strategi bersama transformasi industri, pemetaan jabatan-jabatan baru, dan pemenuhan skill yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker, Bambang Satrio Lelono, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Meski bakal terjadi pergeseran, dia berkeyakinan, revolusi industri 4.0 juga akan melahirkan peluang pekerjaan baru. Namun, hanya pekerja yang bisa beradaptasi akan mampu bersaing dalam perubahan era industri.

Bambang mencontohkan dengan mobil listrik. Produk itu diyakini menjadi andalan di pasar otomotif nantinya. Karenanya, desain pendidikan mulai tingkat SMK dan perguruan tinggi harus didorong menuju ke sana.

Menyiasati ini, pemerintah memperkuat pendidikan vokasi bekerja sama dengan industri dan perguruan tinggi maupun sekolah kejuruan. Kemenaker pun menguatkan Balai Latihan Kerja (BLK) agar sesuai revolusi industri 4.0.

Di sisi lain, berdasarkan data Kemenaker, total angkatan kerja (usia produktif) mencapai 192 juta orang. Sebanyak 128 juta di antaranya angkatan kerja dan sisanya bukan angkatan kerja produktif, seperti ibu rumah tangga dan lain-lain.

Lalu, sekitar 7,04 juta orang merupakan penganggur terbuka. Sedangkan jumlah pekerja paruh waktu atau setengah menganggur mencapai 51 juta orang.

Kemudian, sebanyak 60 persen angkatan kerja berpendidikan SMP ke bawah, 27 persen SMA atau sederajat, dan 12 persen lulusan perguruan tinggi. Sekitar 88 persen di antaranya didominasi operator dan hanya 12 persen memiliki kemampuan perekayasa (engineer).

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)