logo rilis
Revolusi Industri 4.0 Jalan Dorong Ekspor
Kontributor
Intan Nirmala Sari
04 April 2018, 21:31 WIB
Revolusi Industri 4.0 Jalan Dorong Ekspor
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan industri 4.0 yang baru dicanangkan pemerintah bisa mendukung momentum peningkatan ekspor yang saat ini sedang tumbuh positif.

"Revolusi Industri 4.0 itu pada dasarnya dengan dukungan insentif, termasuk mendorong investasi dan ekspor," kata Darmin dalam acara Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Darmin mengatakan, pertumbuhan ekspor tersebut sangat penting karena negara-negara tetangga juga mulai mendorong ekspor untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, seiring dengan meningkatnya permintaan di tingkat global. Untuk itu, pemerintah berupaya mendorong pengembangan industri dengan memanfaatkan teknologi artifisial melalui pemberian insentif perpajakan seperti tax holiday maupun insentif pajak lainnya seperti kemudahan dalam berinvestasi.

Selain itu, menurut Darmin, agar pemanfaatan industri 4.0 bisa lebih optimal, maka pemerintah juga harus mengiringi dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui pendidikan vokasi. "Dukungan insentif fiskal, perizinan dan pendidikan vokasi, kita anggap sebagai kombinasi yang baik dan cukup," ungkap Darmin.

Sebagai informasi, hari ini (4/4) Kementerian Perindustrian meluncurkan Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah peta jalan atau road map mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki industri dengan berbasis penggunaan teknologi artifisial. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengungkapkan, Industri 4.0 perlu segera diimplementasikan untuk menjawab tantangan sektor industri saat ini.

"Revitalisasi sektor industri perlu dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain yang semakin berdaya saing," jelas Airlangga. 

Untuk itu, salah satu strategi Indonesia memasuki industri 4.0 adalah, menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri. Lima sektor tersebut, antara lain industri makanan dan minuman, otomotif, elektronik, kimia, serta tekstil.

"Melalui komitmen dan partisipasi aktif dari pemerintah, swasta dan publik melalui kemitraan yang tepat sasaran, kita semua yakin, industri 4.0 akan membawa manfaat bagi bangsa dan negara," kata Airlangga.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)