Home » Elektoral

Reshuffle Kabinet Bakal Jadi Ajang Konsolidasi Pilpres 2019

print this page Sabtu, 13/1/2018 | 15:04

FOTO: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, reshuffle kabinet tidak bisa lepas dari kepentingan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga kekompakan partai-partai politik yang mendukung pemerintahannya selama ini. 

Bahkan, menurut Lucius, reshuffle bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus persiapan Jokowi dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Ini bisa dianggap sebagai ajang konsolidasi," kata Lucius kepada rilis.id, Sabtu (13/1/2018).

Dia menilai, transaksi kursi menteri untuk menjaga kesolidan partai-partai koalisi, merupakan sesuatu yang biasa. Hanya saja, dirinya menyayangkan apabila itu yang menjadi alasan pergantian menteri di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla tersebut.

"Saya kira wajar, jika komposisi kabinet memang perlu disesuaikan atau diselaraskan dengan dukungan yang diberikan partai-partai," ujarnya.

Lucius menilai, kekompakan dalam kabinet justru akan sulit diwujudkan bila Jokowi mengganti menteri hanya karena pertimbangan politis. Bahkan menurutnya, Jokowi justru menghadapi persoalan yang semakin rumit dalam menjalankan pemerintahannya.

"Yang akan terjadi, alih-alih memunculkan kekompakkan, reshuffle malah akan memperuncing persaingan antar partai pendukung," jelasnya.

"Saya lebih percaya, reshuffle ini hanya bentuk penyegaran dari kabinet untuk terus meningkatkan semangat kerja saja," lanjut Lucius.

Penulis Zulhamdi Yahmin
Editor Intan Nirmala Sari

Tags:

Reshiffle Kabinet JoowiFormappiLucius Karus