logo rilis

Rentetan Serangan Bom di Austin Diakhiri Aksi Bunuh Diri  
Kontributor
Syahrain F.
21 Maret 2018, 18:59 WIB
Rentetan Serangan Bom di Austin Diakhiri Aksi Bunuh Diri  
FBI dan otoritas berwajib lainnya menggelar investigasi lapangan, di Austin, Teas, pada 19 Maret 2018. FOTO: AP/Eric Gay

RILIS.ID, Texas— Seorang pengendara yang diduga menjadi pelaku serangan rentetan bom yang meneror warga Austin meledakan dirinya di dalam sebuah mobil pada Rabu (21/3/2018), kata kepolisian dikutip dari CNN.

Sejak bom pertama diledakan pada 2 Maret, kepolisian berusaha mencari petunjuk untuk mencegah serangan susulan. Tugas itu menjadi sangat sulit dikarenakan pola taktik yang digunakan pelaku kerap berubah-ubah.

Episode serangan bom itu menewaskan dua orang dan membuat warga Texas berada dalam ketakutan selama 19 hari.

Berkut ulasan singkat mengenai rentetan peristiwa tersebut.

Bom pertama meledak pada 2 Maret dan menewaskan Anthony Stephan House (39). Serangan bom kedua mengguncang keheningan di pagi hari Austin pada 12 Maret dan menewaskan pemuda berusia 17 tahun bernama Draylen Mason. Baik House maupun Mason merupakan warga berkulit hitam.

Selang beberapa jam, di hari yang sama, bom meledak dan melukai seorang nenek berusia 75 tahun. Ketiga bom berbentuk paket itu diletakkan oleh pelaku di depan pintu rumah para korban. 

Bom keempat, yang meledak pada 18 Maret pada malam hari lalu melukai dua orang yang tengah berjalan di komplek perumahan di sekitar Republic of Texas Boulevard, di Austin.

Selasa (20/3) pagi, bom meledak di wilayah Schertz, beberapa jam dari Austin. Seorang pekerja FedEx mengalami luka ringan dalam ledakan tersebut.

Kepala polisi Schertz Michael Hansen mengatakan, kurir FedEx malang itu bukanlah target yang ingin disasar.

Warga diimbau waspada terhadap paket mencurigakan dan lingkungan sekitar. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)