Home » Inspirasi » Opini

Reklamasi, Sarat Intervensi Kalangan Minoritas

print this page Senin, 6/11/2017 | 21:50

Oleh Suwaib Amiruddin
Sosiolog Untirta Serang Banten

REKLAMASI pantai yang dilakukan oleh pemerintah selama ini sebenarnya bukan solusi untuk kesejahteraan rakyat di negeri ini. Realitasnya, terjadinya reklamasi pantai hanya menyulut berbagai persoalan sosial dan budaya, kesejahteraan ekonomi masyarakat, hingga hilangnya habitat ekosistem laut, terutama sumber penghidupan nelayan.

Alasan permukiman dan perluasan tata kota menjadi dalih reklamasi. Menurut saya, hal itu sangat keliru, karena bukan perluasan dan permukiman yang tertata dari buah reklamasi tersebut. Hasil dari reklamasi, hanya menghilangkan penduduk asli yang sudah turun-menurun bermukim dan juga sekaligus ketersediaan sumber penghidupan masyarakatnya akan hilang seketika. Fenomena itu sudah terjadi pada wilayah yang telah dilakukan reklamasi di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Imbasnya, penghuni aslinya pun tidak mendapatkan pengayoman dari pemerintah.

Hilangya mata pencarian masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir, yang tergusur akibat reklamasi, seolah-olah tidak memperoleh perlindungan tentang kehidupan di masa depan. Kepentingan investor, pengusaha, dan aparatur pemerintah yang lebih bermain secara “tangan besi”, bila dibandingkan pada logika pentingnya reklamasi.

Setiap reklamasi yang dilakukan seakan tidak memiliki visi dan misi untuk kepentingan masyarakat, terutama masyarakat nelayan. Tergususrnya masyarakat nelayan dan hilangya pekerjaan tidak pernah dipikirkan pekerjaan selanjutnya. Misalnya pemerintah hanya menyiapkan sarana tempat tinggal untuk pengalihan perhatian masyarakat semata. Riak-riak tidak layaknya permukiman, baik dari sarana dan prasarana, pun mencuat di permukaan. Selain itu, yang menjadi alasan mendasar, masyarakat jauh dari pesisir tempat mereka bekerja. Kalau demikian, jangan-jangan itu bukan solusi, tapi hanya sekadar pelampung sementara saja, agar masyarakat yang tergusur tidak melakukan aksi protes, sebagai solusi yang bersifat temporer semata.

Reklamasi, siapa yang menikmati dan siapa yang memanfaatkan, dan terpenting lagi, diperuntukkan untuk siapa? Mari kita lihat secara saksama, setiap reklamsi dilakukan hanya untuk membangun permukiman baru, Pastinya, itu hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Misalnya kalangan pengusaha dan pemilik modal yang kuat. Sebab, harganya pasti sangat mahal. Sehingga, terkadang muncul polemik, hanya tersedia untuk kalangan minoritas. Kesimpulan awal saya bahwa reklamasi itu sarat dengan intervensi dari kalangan minoritas, karena lebih kuat pengaruhnya pada kebijakan pada pemerintah pusat, sehingga mengabaikan kehidupan masyarakat di daerah.

Tags:

ReklamasiDampak ReklamasiOpini