logo rilis
Rekanan Pengusaha Setya Novanto Ditahan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
04 April 2018, 19:57 WIB
Rekanan Pengusaha Setya Novanto Ditahan KPK
Ilustrasi KPK. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Tersangka kasus kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Made Oka Masagung (MOM), akhirnya ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK, Debri Diansyah, mengatakan Made Oka ditahan untuk 20 hari ke depan. Ia rencananya akan ditahan di Rutan cab KPK di kavling C-1. Penahanan ini dikatakannya, perlu dilakukan untuk kepentingan penyidikan di KPK.

"Tadi saya cek ke penyidik proses penahanan sudah dilakukan jadi sudah ada surat perintah penahanan selama 20 hari kedepan," kata Febri di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Febri berujar, pemeriksaannya memang berjalan lama. Ini dikarenakan kondisi Oka yang dalam keadaan sakit. Kendati begitu, tim KPK sudah memastikan terlebih dahulu bahwa Made Oka bisa ditahan.

"Sebelumnya sudah diperiksa kesehatannya oleh dokter KPK dulu, kondisi cukup sehat dan surat perintah penahanan sudah diberikan dan kemudian secara formil juga sudah diterima pihak tersangka," paparnya.

Made Oka sebelumnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah dua kali mangkir. Sebelumnya, ia mengabarkan kepada KPK bahwa sedang sakit sehingga perlu perawatan di RS Pusat Otak Nasional.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Made Oka Masagung bersama keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Penyidik menduga Irvanto sebagai pihak yang menampung uang dari keuntungan proyek e-KTP.

Made Oka Masagung juga diduga sebagai penampung dan perantara penerimaan uang dari proyek e-KTP kepada Setya Novanto. Uang tersebut, ditampung melalui rekening kedua perusahaannya di Singapura, yaitu OEM Investement Pte Ltd dan PT Delta Energy.

Ia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)