logo rilis
Redakan Suhu Politik, Lemhanas Sarankan Jokowi dan Prabowo Bertemu
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
23 April 2019, 13:40 WIB
Redakan Suhu Politik, Lemhanas Sarankan Jokowi dan Prabowo Bertemu
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, memberikan saran kepada capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk melakukan pertemuan. Hal itu, menurutnya, dilakukan agar meredakan suhu politik dan keterbelahan yang terjadi di masyarakat saat ini. 

Meski begitu, kata Agus, pertemuan itu bisa terjadi bila keduanya sama-sama ikhlas karena tidak bisa dipaksakan oleh siapapun. 

"Kita tidak bisa paksakan. Kalau bisa, akan sangat bagus sekali karena itu akan meredakan suhu polarisasi pada masyarakat," kata Agus di kantor Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Agus mengatakan, para elite politik terutama pimpinan dari kedua kubu capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi harus memiliki keinginan untuk membangun situasi yang kondusif bagi ketenangan dan perdamaian. Selain itu juga berusaha merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa pasca-pemilu. 

Dia menilai, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi adalah putra-putra terbaik bangsa yang memiliki sifat negarawan.

"Kami yakin pimpinan dua kubu yang berkontestasi tersebut selalu berpikir tentang apa yang terbaik bagi bangsa ini," ujar Agus.

Agus dalam kesempatan itu juga menyayangkan masih terjadinya konflik sosial di medsos pascapelaksanaan Pemilu 2019. Padahal, menurutnya, hal itu lah yang berpotensi menghasilkan disintegrasi sosial maupun nasional.

"Pengakuan dunia internasional yang memuji pelaksanaan Pemilu serentak/pencoblosan tanggal 17 April 2019 lalu yang berjalan aman dan tertib, seharusnya tidak perlu dinodai dengan berbagai bentuk konflik sosial yang berpotensi menghasilkan disintegrasi sosial maupun nasional," ungkap dia. 

Agus juga tak menampik bila penyelenggaraan Pemilu 2019 itu tidak berlangsung tanpa cacat. Namun, menurutnya, hendaknya segala permasalahan dicarikan solusi yang baik. 

"Kita lakukan berdasarkan kaidah demokrasi di atas landasan kearifan para elite dan pimpinan untuk membangun kesepakatan berdasarkan musyawarah. Di atas kearifan tersebut adalah trust yang kita berikan kepada lembaga fungsional untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai bagian dari pelaksanaan pemilu seperti KPU dan Bawaslu," tandasnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID