logo rilis

Rebut Hati Emak-emak, Ini Saran Pengamat ke Prabowo-Sandi
Kontributor
Budi Prasetyo
18 Agustus 2018, 13:30 WIB
Rebut Hati Emak-emak, Ini Saran Pengamat ke Prabowo-Sandi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura, Mochtar W Oetomo menilai pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus pandai memainkan isu ekonomi untuk menggerus elektabilitas petahana di Pemilihan Presiden 2019 mendatang dan merebut hati kaum ibu-ibu atau emak-emak.

Langkah itu dilakukan karena Jokowi sudah melakukan antisipasi dengan memilih Ma'ruf Amin yang notabene adalah ulama, sebagai calon wakil presiden.

"Mengingat Jokowi memilih Mah'uf Amin sebagai  cawapres, maka Prabowo Sandi tidak lagi akan memainkan isu agama atau jenis politik identitas lain," katanya di Surabaya, Sabtu (18/8/2018).

Menurut dia, isu ekonomi memang dinilai sangat seksi karena Sandiaga, Cawapres Prabowo adalah seorang pengusaha. 

Prabowo diprediksi akan selalu menyoroti hutang negara, kemiskinan dan harga sembako yang melambung untuk mengambil suara mengambang atau swing voters

"Isu ekonomi akan lebih mendapatkan porsi pada padangan ini mengingat keberadaan Sandi yang merupakan pengusaha dan dianggap expert (ahli, red) di bidang ekonomi. Isu-isu tentang hutang negara, kemandirian ekonomi, kemiskinan, harga sembako akan lebih di-eksplore oleh pasangan ini," katanya.

Mochtar menilai, pemilih milenial dan emak-emak memang lebih mudah untuk dipengaruhi dengan isu ekonomi dan kemiskinan. 

Menurut dia, jika strategi itu bisa dimainkan, maka peluang untuk menang cukup terbuka. 

"Isu ini akan diarahkan untuk membidik pemilih emak-emak yg sejauh ini dianggap lebih loyal dan kongkrit dalam hal dukungan politik," tambahnya.

Di samping itu, tambah Mochtar, pasangan ini juga akan memainkan isu generasi milenial, mengingat keunggulan Sandi dibanding cawapres lain dalam hal usia muda. 

"Start up, musik, olahraga, traveling dan komunitas akan menjadi isu yang mewarnai media sosial pasangan ini dalam membidik lebih dari 40 juta pemilih milenial," pungkasnya. 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)