logo rilis
Rawan Konflik, KPU Jatim Diminta Segera Tuntaskan DPT Ganda
Kontributor
Budi Prasetyo
23 April 2018, 12:32 WIB
Rawan Konflik, KPU Jatim Diminta Segera Tuntaskan DPT Ganda
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafdiz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur diminta segera menyelesaikan masalah pemilih ganda di Pilkada serentak 2018. Pasalnya, kondisi itu bisa menjadi memicu potensi Kecurangan. 

"Menurut saya itu harus segera dituntaskan," kata pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mochtar W Oetomo, Senin (22/4/2018).

Dia mengatakan, adanya pemilih ganda dikhawatirkan akan menjadi sumber konflik di Pilgub Jatim. Pasalnya, persaingan untuk memperebutkan Jatim 1 sangat ketat karena hanya ada dua kandidat. 

"Menurut saya tetap harus diwaspadai oleh penyelenggara terkait DPT ganda itu potensial sebagai sumber perselisihan hasil pilkada karena jarak kedua paslon tipis dan kompetitif," tambahnya. 

Surokim menjelaskan, DPT ganda juga akan mengganggu kredibilitas Pilgub Jatim. Sehingga, akan menimbulkan ketidakpercayaan kepada gubernur yang terpilih mendatang.

"Jangan sampai itu mencederai hasil Pilkada Jatim," pungkasnya. 

Pilkada Jatim digelar 27 Juni 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.

Pasangan nomor 1 merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra.

Sebelumnya, Sebanyak 50 ribu pemilih ganda yang ditemukan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur, saat pemutakhiran data pemilih pada pemilihan gubernur provinsi itu, Juni 2018 mendatang.

"Sudah kita lakukan penyisiran untuk pemilih ganda," kata ketua KPU Jatim, Choirul  Anam, di Surabaya, Senin (9/4/2018). 

Anam mengatakan, KPU punya dua kategori yaitu K1 dan K2. 

K1 merupakan nomor induk kependudukan (NIK), nama, tempat dan tanggal lahir ganda otensik. Sedangan K2 adalah nomor induk kependudukannya sama. "Itu kita sudah lakukan pembersihan," jelas Anam.

Dari temuan sementara, lanjut Anam, ada yang ganda antar kelurahan dan antar kecamatan. 

Ia menyatakan, data ganda ini masih terus bergerak meskipun dari jumlah 50 ribu pemilih yang telah dibersihkan tersebut, kemungkinan besar masih terus bertambah. 

Sebab, kata Anam, proses berkependudukan itu adalah data bergerak. Tidak bisa kemudian jumlahnya bertahan pada satu angka saja. Proses kematian dan mutasi penduduk juga akan terus bergerak. 

"Maka yang bisa kami lakukan setelah penetapan DPT (daftar pemilih tetap) di provinsi kami tetapkan 21 April mendatang,” pungkasnya. 

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)