logo rilis
Ratusan Titik Panas Mulai Terdeteksi di Sumatera
Kontributor
Kurniati
17 Juli 2018, 20:40 WIB
Ratusan Titik Panas Mulai Terdeteksi di Sumatera
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Pekanbaru— Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan pantauan satelit menunjukan ada 126 titik panas (hot spot) yang tersebar di Pulau Sumatera.

Ini mengindikasikan telah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan 50 persen di antaranya berada di Provinsi Riau.

"Di Riau ada 61 titik panas dengan tingkat kepercayaan 50 persen," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, di Pekanbaru, Selasa (17/7/2018).

Ia mengatakan, hasil pantauan Satelit Terra dan Aqua yang terakhir diperbarui pukul 16.00 WIB, menunjukan 61 hot spot terdapat di Riau yang mayoritas berada di kawasan pesisir.

Lokasi paling banyak ada di Kabupaten Rokan Hilir dengan 32 titik, Kota Dumai 13 titik, Bengkalis 9, Pelalawan 4, Rokan Hulu 2 dan Kepulauan Meranti 1 titik.

Selain di Riau, hot spot juga terdeteksi di Provinsi Sumatera Utara dan Bangka Belitung yang masing-masing ada 12 titik.

Sedangkan, Sumatera Barat ada 16 titik, Jambi 10, Sumatera Selatan 8 dan Bengkulu 7 titik.

BMKG menyatakan, titik panas dengan tingkat kepercayaan (level confidence) di atas 70 persen di Provinsi Riau ada 49 titik api. 

"Ini artinya kemungkinan besar ada kebakaran hutan dan lahan yang cukup besar tengah terjadi," kata Sukisno.

Rokan Hilir masih mendominasi dengan jumlah 28 titik, diikuti Dumai 12 titik, Bengkalis 5, Rokan Hulu 2, serta Meranti dan Pelalawan masing-masing satu titik.

Hampir sepekan terakhir cuaca panas dan minim hujan terjadi di Riau, yang mengakibatkan lahan gambut rawan terbakar. 

BMKG menyatakan, dalam satu minggu ke depan secara umum curah hujan di Riau cenderung rendah.

Berdasarkan data prakiraan potensi kemudahan terjadi kebakaran hutan dan lahan, ditinjau dari parameter cuaca, menunjukan bahwa sebagian besar wilayah Riau masuk kategori "sangat mudah" terbakar pada 17-18 Juli 2018.

Kondisi cuaca didominasi cerah dan berawan. Meski begitu, potensi hujan intensitas ringan-sedang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah pada akhir pekan ini.

Sedangkan pengamatan hari tanpa hujan (HTH) sampai dengan dasarian I bulan Juli menunjukan masih dalam kategori singkat, yakni berkisar 5-10 hari dalam tiga bulan terakhir.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)