logo rilis
Ratusan Orang KPPS Meninggal, DPR: Pemilu Akan Datang Jangan Terulang
Kontributor
Sukma Alam
08 Mei 2019, 11:01 WIB
Ratusan Orang KPPS Meninggal, DPR: Pemilu Akan Datang Jangan Terulang
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Anggota DPR RI Ahmad Baidowi menyatakan, banyaknya petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di lapangan, harus menjadi perhatian semua pihak.

"Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah dan DPR dan jangan sampai terulang lagi pada pemilu yang akan datang," katanya, Rabu (8/5/2019).

Ia menyatakan, dirinya setuju dengan gagasan sebagian anggota DPR yang hendak merevisi undang-undang pemilu, dengan catatan tidak boleh bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan UUD 1945.

Baidowi menyatakan, para petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugas tersebut idealnya memang harus mendapatkan bantuan.

"Asalkan datanya lengkap prosesnya bisa cepat," kata politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Memang, sambung dia, nyawa tidak bisa ditukar dengan uang, namun bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian negara kepada para pahlawan demokrasi.

Baidowi mengatakan, idealnya para petugas pemilu tersebut harus mendapatkan asuransi, namun karena terkendala aturan dan skema pembayaran, maka tidak bisa dilakukan.

Terkait dengan usulan pemisahan pemilu seperti pemilu terdahulu, "Awiek" sapaan karib Ahmad Baidowi ini menilai bagus-bagus saja.

Akan tetapi, sambung dia, sandaran hukumnya harus jelas. "Apakah ada pemaknaan ulang terhadap keserentakan pemilu atau seperti apa ya silahkan," kata Awiek dilansir Antara.

Seperti diberitakan, data KPU per Sabtu (4/5) pukul 16.00 WIB, jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal sebanyak 440 orang. Sementara petugas yang sakit 3.788 orang.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID