logo rilis
Ratusan Orang Digigit Anjing di Kalbar, Empat Meninggal
Kontributor
Kurniati
22 Maret 2018, 15:13 WIB
Ratusan Orang Digigit Anjing di Kalbar, Empat Meninggal
Ilustrasi anjing. FOTO: Instagram/@diansutedja

RILIS.ID, Pontianak— Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat Abdul Manaf mengatakan berdasarkan data yang dimiliki total kasus gigitan anjing dari Januari hingga Maret 2018 sebanyak 383 orang.

"Dari 383 orang yang terkena gigitan itu, hasil positif sebanyak dua orang. Sedangkan korban meninggal sebanyak empat orang, dengan populasi anjing sebanyak 190,173 ekor," katanya di Pontianak, Kamis (22/3/2018). 

Untuk jumlah terbesar dari 13 kabupaten/kota yang tertular adalah Kabupaten Landak, dengan jumlah tiga orang meninggal dan 163 gigitan dari 53.851 ekor anjing.

Manaf menuturkan para petugas lapangan masih menemukan beberapa persoalan, yakni masih ada lokasi yang perlu pendekatan secara budaya.

Bahkan, lanjutnya, ada beberapa kelompok yang menolak adanya vaksinasi, malah memberi uang petugas agar anjingnya tidak divaksin.

Terkait hal itu, lanjutnya, untuk mekanisme pencegahan awal, dikatakan Manaf, Kementerian kesehatan sudah mengeluarkan tata laksana tentang penanganan kasus gigitan anjing ini.

Tata laksana itu harus dipahami seluruh petugas, seperti adanya anjing menggigit, petugas harus menangkap anjing itu untuk kemudian dilakukan observasi selama 14 hari.

"Kalau 14 hari masih hidup lepas saja. Tapi orang yang digigit harus di vaksin. Kalau anjing mati sebelum 14 hari, maka  orang yang tergigit harus diberi vaksin lengkap," tuturnya.

Untuk semua petugas lapangan, Manaf menyatakan seluruhnya sudah diberi VAR untuk mengurangi resiko. 

Jumlah petugas yang sudah dilatih sebanyak 280 orang se-Kalbar. 

Para petugas itu berfungsi untuk memberikan penyuluhan dan mendampingi masyarakat.

"Kita menyediakan seratus ribu dosis vaksin untuk seluruh Kalbar yang saat ini sedang proses tender. Sebanyak tujuh ribu dosis pengadaan dari pusat sedang dalam perjalanan, sehingga kalau masyarakat butuh, vaksin sudah siap," kata Manaf.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap menuturkan, jumlah vaksin rabies untuk manusia masih tercukupi. 

"Vaksin rabies untuk manusia masih cukup. Sudah aman," kata Andy Jap.

Dia mengatakan, sebetulnya tidak ada istilah memberi pencegahan kepada manusia. Justru pencegahan itu sebenarnya harus difokuskan kepada hewan penular rabies.

"Jadi VAR hanya diberikan kalau ada gigitan. Untuk stok vaksin sendiri masih ada ribuan, artinya di pusat untuk stok vaksin manusia dalam kondisi aman beda dengan tahun kemarin yang memang tidak mencukupi, sehingga nanti kurang berapa, tinggal ambil," kata Andy.
 

Sumber: ANTARA


komentar (0)