logo rilis
Ratusan Lokalisasi Prostitusi di Nusantara Telah Ditutup
Kontributor
Eroby JF
25 Mei 2018, 15:02 WIB
Ratusan Lokalisasi Prostitusi di Nusantara Telah Ditutup
Mensos Idrus Marham memberikan arahannya dalam acara penutupan lokalisasi prostitusi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (15/5/2018). FOTO: Twitter/Kemensos RI

RILIS.ID, Sukabumi— Kementerian Sosial RI menutup ratusan lokalisasi prostitusi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia sebagai langkah tegas pemerintah dalam memberantas berbagai penyakit masyarakat.

"Hingga saat ini sudah ada 154 lokalilsasi prostitusi yang kami tutup dan tinggal 16 sampai 17 lokalisasi yang dalam waktu dekat akan ditutup," kata Menteri Sosial RI Idrus Marham saat safari kerjanya di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (25/5/2018). 

Menurutnya, belum lama ini pihaknya baru saja menutup tiga lokalisasi di Kalimantan Tengah dan tentunya akan melanjutkan di daerah-daerah lainnya di Indonesia

Namun, pihaknya tidak hanya sebatas melakukan penutupan saja, tetapi tentunya nasib penghuninya juga harus dipethatikan.

"Tidak hanya penutupan lokalisasi saja, tetapi kami pun memikirkan tentang nasibnya ke depan agar tidak lagi terjerumus pada prostitusi," tambah politisi Partai Golkar ini.

Bahkan, pihaknya juga telah mencanangkan 2019 bebas lokalisasi prostitusi. Maka dari itu pihaknya ingin bersama-sama dengan berbagai kementerian terkait dan pemerintah daerah dalam melakukan penanggulangan.

"Untuk itu, jadi menteri harus sering-sering turun ke bawah melakukan pendekatan dengan masyarakat. Memang tidak mudah dalam melakukan hal itu, tetapi secara perlahan dan bertahap," paparnya.

Idrus mengatakan, pihaknya juga fokus terhadap pembinaan terhadap pelaku prostitusi seperti meningkatkan keterampilan agar mereka bisa mendapatkan penghasilan yang halal dan layak sehingga tidak menjual diri lagi.

Dengan kerja sama seluruh elemen ini pihaknya yakin 2019 Indonesia bebas lokalisasi prostitusi.

"Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam pengentasan kasus sosial seperti ini melalui berbagai pendekatan dan pemberian keterampilan," pungkasnya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)