logo rilis
Ratusan Botol Miras Ilegal asal Malaysia Gagal Diseludupkan
Kontributor
Kurniati
21 Maret 2018, 16:10 WIB
Ratusan Botol Miras Ilegal asal Malaysia Gagal Diseludupkan
Ilustrasi minuman keras. FOTO: Instagram/@edy.s.wignyo

RILIS.ID, Putussibau— Ratusan botol minuman keras dari Malaysia gagal diseludupkan melalui jalur ilegal di Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu oleh Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia.

"Ratusan botol miras jenis Benson, Daster dan King Way dibawa beserta sembako dari Malaysia dalam sebuah mobil jenis Hilux yang dikendarai oleh GD (47) melewati jalan tikus," kata Dansatgas Pamtas Tonic 123/Rajawali, Letkol Inf Akbar Nofrizal Yusananto, ketika dihubungi di Putussibau, Rabu (21/3/2018).

Kronologis digagalkannya penyeludupan ratusan botol miras ini yaitu saat Anggota Pos Sei Mawang II melaksanakan penyisiran di jalan 'tikus' yang menghubungkan wilayah Indonesia-Malaysia dan melihat satu unit kendaraan roda empat jenis Hilux dari arah Desa Batu Lintang Malaysia yang dikendarai oleh GD.

Kemudian, anggota Satgas memberhentikan mobil tersebut dan memeriksa identitas dan muatan kendaraan tersebut.

Saat diperiksa, kata Akbar, ternyata mobil tersebut membawa beberapa barang sembako yang ditumpuk secara rapi.

Namun setelah diperiksa tumpukan paling bawah, anggota menemukan minum keras beralkohol merk Benson sebanyak 200 botol dalam empat kardus serta merk Daster dan King Way sebanyak 168 kaleng dalam tujuh kardus yang ditutup dengan terpal untuk mengelabui petugas.

Setelah diperiksa di lapangan, tersangka GD mengatakan, dia hanya mengantar barang belanjaan tersebut ke toko yang beralamatkan di Kecamatan Puring Kencana.

"Penyelundupan minuman keras itu sangat meresahkan masyarakat, sehingga akan menjadi perhatian lebih lanjut dan kita akan selalu berkoordinasi terus dengan pihak Bea Cukai, Imigrasi dan Kepolisian," tegas Akbar.

Dikatakan Akbar, Satgas Pamtas Yonif 123 Rajawali akan terus melakukan penjagaan dan pemeriksaan di tempat-tempat yang diduga sebagai pintu masuknya minuman keras dan barang-barang ilegal lainnya ke wilayah Indonesia.

Barang bukti dan pelaku dibawa dan diserahkan ke Polsek Puring Kencana untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)