logo rilis
Rasa Sedih Keluarga Korban Bom Gereja Pantekosta Surabaya
Kontributor
Budi Prasetyo
14 Mei 2018, 19:47 WIB
Rasa Sedih Keluarga Korban Bom Gereja Pantekosta Surabaya
Keluarga korban bom bunuh diri di di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, kala akan melihat jasad korban. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Surabaya— Agus Tri Subakti (50), warga Dukuh Kupang Surabaya, Jawa Timur, mengaku, bersyukur bisa menemukan jenazah sang keponakan, D (15), yang ikut menjadi korban dalam insiden ledakan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Minggu (13/5) kemarin.

Meski demikian, dia mengaku bersedih karena jenazah keponakannya itu sudah tidak utuh. 

"Saya bersyukur meski jasadnya saya yang ketemu, saya sudah lega," katanya di Ruang Jenazah RS Bayangkara pada Senin (14/5/2018).

Agus mengaku sudah melihat jasad sang keponakan di ruang jenazah. Kondisinya sudah hancur dan tidak dikenali. 

"Saya sudah melihat kondisinya tidak dapat dikenali," katanya. 

Agus menuturkan, ketika terjadi ledakan, D sedang bertugas sebagai penjaga parkir di GPPS. Ketika bom meledak, dia dan ayah D sedang di belakang gereja.

"(D, red) Ikut ayahnya parkir. Kalau saya dan ayahnya di belakang (gereja, red)," tegasnya. 

D adalah putera kedua dari Kusuma Budi Sukmono, adiknya. Ketika libur, D ikut berjaga dengan sang ayah sebagai tukang parkir. 

"Waktu ledakan, D sama temannya jaga parkir. Temennya juga meninggal, dan sekuriti yang ikut jaga kritis," katanya. 

Setelah bom meledak, keluarga memang tidak bisa menemukan D. Mereka sudah mencari di beberapa rumah sakit, sayangnya hasilnya nihil. 

"Tapi, tadi siang mendapat kabar dari sini," katanya. 

Setelah diserahkan pihak kepolisian, rencananya, jenazah D akan dimakamkan di TPU Jarak.

Dari pantauan, selain Agus, terlihat kakak D bernama Novi juga terlihat menjemput jenazah. Bahkan, Novi terus menangis, melihat jenazah adiknya. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)